BLT 2,8 Juta Pekerja Cair Awal Pekan Depan

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 15:38 WIB
Kemenaker menerima data 2,8 juta pekerja bergaji calon penerima BLT. Dalam 4 hari ini mereka akan melakukan checklist dan mencairkannya. Kemenaker menerima data 2,8 juta pekerja calon penerima BLT. Kalau proses lancar, BLT bagi 2,8 juta pekerja akan cair awal pekan depan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan telah menerima nama 2,8 juta pekerja bergaji di bawah Rp5 juta calon penerima BLT tunai batch empat dari BPJS Ketenagakerjaan. Kini, mereka tengah melakukan checklist terhadap data itu untuk memastikan nama yang diajukan memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menyebut proses checklist akan berlangsung selama 4 hari kerja dimulai pada Kamis (17/9). Artinya, kalau proses lancar, BLT bisa cair awal pekan depan.

"Kemarin kami menerima data baru dari BPJS Ketenagakerjaan untuk 2,8 juta calon penerima, mudah-mudahan batch keempat diproses sesuai juklaknya," katanya seperti dikutip dari rilis, Kamis (17/9).


Lebih lanjut, Ida menyebut proses transfer untuk batch ketiga untuk 3,5 juta penerima telah diselesaikan pada Rabu (16/9).

Pada kesempatan sama, dia juga mengklaim bahwa BLT pekerja membantu para pekerja yang di tengah tertekan pandemi covid-19.

Kesimpulan tersebut diambilnya setelah menemui beberapa penerima bantuan. Dari pertemuan itu ia mengklaim pekerja penerima bantuan merasa terbantu karena mengalami pemangkasan gaji akibat lesunya bisnis tempat kerja mereka sejak virus corona masuk RI

"Subsidi upah memberi manfaat karena pandemi covid memaksa perusahaan mengurangi produksi yang berakibat pada penyesuaian upah. Mereka (pekerja) merasa berterima kasih paling tidak bisa menggantikan sebagian upah mereka yang hilang akibat pandemi covid-19 ini," lanjutnya.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah memutuskan untuk memberikan BLT kepada 15,7 pekerja bergaji Rp5 juta. Bantuan diberikan dengan dua tujuan.

Pertama, membantu pekerja golongan tersebut menghadapi tekanan ekonomi akibat virus corona. Kedua, mendorong ekonomi dalam negeri yang minus 5,32 persen pada kuartal II 2020 kemarin. 

(wel/agt)