Sri Mulyani Nyatakan Kejujuran dan Data Penting Saat Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 19/09/2020 02:10 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan transparansi data dan kejujuran merupakan kunci utama agar masyarakat percaya dengan kerja pemerintah atasi corona. Sri Mulyani menyatakan kejujuran dan transparansi data penting dalam menangani corona. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan transparansi data adalah kunci utama agar masyarakat tetap percaya dengan kinerja pemerintah di masa pandemi virus corona. Data yang dimaksud salah satunya adalah jumlah masyarakat tertular virus corona.

"Untuk bisa publik percaya adalah transparansi data. Berapa banyak yang positif, di mana mereka, bagaimana kami memperlakukan mereka. Ini penting," ungkap Sri Mulyani dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) ke-53 yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (18/9).

Berdasarkan data pemerintah, kasus penularan virus corona di Indonesia pada hari ini bertambah 3.891 orang. Dengan demikian, total masyarakat yang terinfeksi corona mencapai 236.519 kasus.


Dari jumlah itu 170.774 dinyatakan sembuh dan 9.336 meninggal dunia. Penambahan kasus positif hari ini berdasarkan pemeriksaan 44.428 spesimen.

Selain soal data kasus penularan virus corona, transparansi data juga harus dilakukan terkait dengan penggunaan uang negara yang ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebagai contoh, berapa jumlah dana yang dikeluarkan untuk sektor kesehatan dan bantuan sosial (bansos).

"Lalu tantangan bertanggung jawab. Kami harus mengumumkan kami habiskan uang sebanyak ini untuk apa. Misalnya kesehatan, perlindungan sosial, dan mendukung dunia usaha," papar Sri Mulyani.

Dalam penyaluran bansos, Sri Mulyani menyatakan pemerintah menggunakan sistem data. Namun, ia menyadari sistem data yang dimiliki Indonesia belum sempurna.

"Jika tidak memiliki data yang sempurna, setidaknya jujur," imbuh Sri Mulyani.

Kendati penularan virus corona masih terjadi, Sri Mulyani optimistis persoalan ini akan selesai. Terlebih, masalah ini menjadi persoalan global.

Untuk itu, Sri Mulyani berharap semua negara saling membantu satu sama lain. Dalam memulihkan ekonomi, ia meyakini negara tak bisa bangkit sendiri.

"Bahwa kami akan terus bekerja sama. Covid-19 mengajarkan kami bahwa tidak bisa sendirian. Jadi meski ada negara besar, negara itu tetap butuh kerja sama global," terang Sri Mulyani.

Bendahara negara itu berharap ada globalisasi yang lebih masif setelah persoalan pandemi berakhir. Ia juga menginginkan agar semua negara lebih peduli dengan negara lainnya.

"Bukan hanya melihat dari segi pertumbuhan, tapi juga keberlanjutan," ucap Sri Mulyani.

Ia melihat beberapa negara yang tergabung dalam G20 kompak untuk menyelamatkan perekonomian seperti saat krisis 2008-2009 lalu. Pasalnya, situasi ini sangat menantang bagi tiap pejabat pemerintahan.

"Semua pemimpin selalu mengatakan bahwa perlu bekerja sama," pungkas Sri Mulyani.

 

(aud/agt)