PSBB, Jadwal Operasional Raillink Terakhir Sampai Pukul 18.57

CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 08:14 WIB
Railink menyesuaikan jadwal operasional KA Bandara Soekarno-Hatta. Jadwal berkurang dari 48 perjalanan menjadi 40 perjalanan per hari. Railink menyesuaikan jadwal operasional KA Bandara Soekarno-Hatta. Jadwal berkurang dari 48 perjalanan menjadi 40 perjalanan per hari. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Railink melakukan penyesuaian jadwal operasional kereta Bandara Soekarno-Hatta mulai hari ini, Senin (21/9), sejalan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta yang berlaku sejak pekan lalu.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Railink Mukti Jauhari mengatakan Railink akan beroperasi mulai pukul 05.40 WIB hingga pukul 17.40 WIB untuk relasi Stasiun Manggarai sampai dengan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta.

"Mulai pukul 06.57 WIB hingga 18.57 untuk relasi Stasiun Bandara Soekarno-Hatta sampai dengan Stasiun Manggarai," ujarnya dalam keterangan resmi.


Operasional Railink, kata Mukti, tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan covid-19 yang ketat mengacu Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01/07/Menkes/382/2020 dan Surat Edarah Ditjenka Kementerian Perhubungan Nomor 14/2020.

"Mulai tanggal 21 September 2020, Kereta Api Bandara Soekarno- Hatta akan menyesuaikan jadwal perjalanan dari 48 perjalanan menjadi 40 perjalanan per hari dan KA Bandara tetap bisa menjadi alternatif transportasi aman bagi masyarakat karena kami melaksanakan penerapan protokol kesehatan yang ketat," katanya.

Langkah- langkah antisipasi penyebaran covid019 yang dilakukan Railink adalah penerapan protokol kesehatan bagi seluruh petugas KA Bandara dengan wajib mengenakan masker, faceshield, pengecekan suhu tubuh secara berkala dan pemeriksaan oleh petugas kesehatan.

Pelaksanaan rapid test bagi seluruh karyawan dan petugas frontliner KA Bandara untuk memastikan semua petugas dalam kondisi sehat dan siap melayani penumpang.

Kemudian, menyediakan wastafel dan sabun cuci tangan di masing-masing stasiun maupun di dalam KA Bandara, pemasangan sekat pembatas antar kursi dalam kereta diseluruh sarana KA Bandara, penyemprotan cairan desinfektan secara berkala baik di dalam kereta maupun seluruh fasilitas di stasiun-stasiun.

Lalu, pemasangan tanda/marka pada fasilitas KA Bandara untuk mendukung penerapan jaga jarak antar penumpang (physical distancing).

"Selain itu, bagi calon penumpang KA Bandara yang tidak memenuhi ketentuan tidak kami izinkan untuk menggunakan layanan KA Bandara", jelas Mukti.

[Gambas:Video CNN]



(bir)