Kemenhub Resmikan Reaktivasi Jalur KA Ciranjang-Cipatat

CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 09:47 WIB
Kemenhub meresmikan reaktivasi jalur kereta api Ciranjang-Cipatat yang berhenti beroperasi sejak 2012 silam. Kemenhub meresmikan reaktivasi jalur kereta api Ciranjang-Cipatat yang berhenti beroperasi sejak 2012 silam. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Atika Fauziyah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perhubungan meresmikan reaktivasi jalur kereta api (KA) Ciranjang-Cipatat, Jawa Barat. Proyek ini merupakan tahap kedua dari tiga tahap reaktivasi jalur KA Cianjur-Padalarang yang berhenti beroperasi sejak 2012 silam.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menyebut pada tahap kedua ini, anggaran yang dikucurkan dari APBN 2019 sebesar Rp118 miliar untuk peningkatan jalur dengan penggantian rel KA R.33 menjadi R.54.

Di samping itu, anggaran juga akan digunakan untuk normalisasi badan jalan guna meningkatkan keselamatan, kenyamanan, aksesibilitas, serta mobilitas masyarakat.


"Perlu saya sampaikan bahwa anggaran yang diperlukan dalam program reaktivasi jalur Ciranjang-Cipatat ini berasal dari APBN 2019 sebesar Rp118,87 miliar," ujarnya lewat video conference, Peresmian Pengoperasian Reaktivasi Jalur KA Ciranjang-Cipatat Provinsi Jawa Barat, Senin (21/9).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan pengoperasian jalur tersebut, kapasitas lintas meningkat dari semula 3 perjalanan KA per hari menjadi 7 perjalanan KA per hari.

Untuk waktu tempuhnya, dibandingkan dengan moda transportasi darat seperti bus atau mobil, KA menghemat 30 menit waktu perjalanan.

Sehingga, ia meyakini reaktivasi ini akan meningkatkan efektivitas dan memperlancar roda perekonomian, khususnya di Jawa Barat.

"Manfaat yang tidak kalah penting, yaitu jalur tersebut nantinya akan menjadi jalur alternatif kereta api dari Bogor ke Bandung, di mana masyarakat Bogor tidak perlu ke Jakarta jika mau ke Bandung dengan kereta api," lanjutnya.

Sementara, untuk tahap ketiga dari rangkaian reaktivasi tersebut, ditargetkan studi trase akan rampung pada 2022 mendatang dan pada tahun yang sama dapat dimulai pembangunannya.

Zulfikri menambahkan tantangan di sepanjang 13,8 kilometer terakhir berasal dari proyek dengan kondisi geografis yang sulit dan gradien yang sangat tinggi. Oleh karena itu, studi akan memakan waktu yang cukup panjang.

Di kesempatan sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan pemerintah masih akan mengerjakan proyek-proyek infrastruktur, meskipun di tengah pandemi covid-19.

Dengan catatan, proyek yang dirampungkan di tengah pandemi memiliki manfaat yang besar kepada masyarakat. "Ini yang ditekankan Pak Presiden, kita boleh membangun banyak proyek tetapi juga harus bermanfaat bagi masyarakat," ucap Budi dalam sambutannya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)