Pedagang Pasar Positif Corona Tembus 1.392 Orang

CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 19:15 WIB
Sebanyak 1.392 pedagang di 244 pasar tradisional di 27 provinsi dinyatakan positif corona hingga awal pekan ini. Sebanyak 55 orang di antaranya meninggal dunia. Sebanyak 1.392 pedagang di 244 pasar tradisional di 27 provinsi dinyatakan positif corona hingga awal pekan ini. Sebanyak 55 orang di antaranya meninggal dunia. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat total pedagang pasar yang positif terinfeksi virus corona hingga pekan ini mencapai 1.392 orang. Jumlah tersebut tersebar di 244 pasar tradisional, 97 kabupaten/kota dan 27 provinsi.

Sementara itu, kasus kematian pedagang pasar akibat covid-19 juga bertambah menjadi 55 kasus atau bertambah 8 kasus dari pekan sebelumnya sebanyak 47 kasus.

Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Reynaldi mengatakan pedagang pasar tradisional sangat berisiko terpapar virus terutama karena interaksi yang tinggi dengan pembeli. Karena itu ia mendorong pemerintah daerah lebih fokus pada protokol kesehatan dan memperkuat pengetesan di pasar-pasar seluruh Indonesia.


Pasalnya, apabila ada pedagang yang terpapar virus, pasar harus ditutup sementara. Hal itu akan menyusahkan para pedagang lain yang menggantungkan hidupnya dari pasar.

Hingga saat ini, menurut data DPP IKAPPI ada 173 pasar yang pernah ditutup karena covid-19. Penutupan pasar terakhir terjadi di Pasar Kayen, Pati, Jawa Tengah.

"Sementara ini Provinsi yang sudah melaksanakan tahapan swab atau rapid baru DKI Jakarta, Sumbar, Jogja. Selebih nya KAMI masih mendorongnya agar pemerintah lebih Peduli," ujar Rey dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/9).

Selain itu DPP IKAPPI juga meminta pemerintah pusat dan daerah memberikan stimulus kepada para pedagang agar pasar tradisional tetap bertahan. Sebab, kata Reynaldi, pasar tradisional merupakan penopang perekonomian daerah dan pusat distribusi pangan masyarakat.

[Gambas:Video CNN]

Terlebih DPP IKAPPI telah mendapat laporan bahwa para anggotanya di seluruh Indonesia mengalami penurunan omzet sekitar 55 sampai 70 persen selama pandemi.

"Maka kami meminta kepada pemerintah untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pusat pondasi perekonomian lokal atau perekonomian daerah sehingga kita bisa menjaga agar pasar dan perekonomian terus tumbuh," tandas Reynaldi.

(hrf/sfr)