Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 10 Belum Dibuka

CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 06:35 WIB
PMO Kartu Prakerja mengatakan pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 10 belum dibuka. Jadwal akan diinformasikan lebih lanjut. PMO Kartu Prakerja mengatakan pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 10 belum dibuka. Jadwal akan diinformasikan lebih lanjut. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 10 belum dibuka. Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja menerangkan pembukaan pendaftaran bakal diinformasikan lebih lanjut.

"Jadwal pembukaan Kartu Prakerja gelombang 10 akan segera kami informasikan. Belum akan dilakukan besok," ujar Head of Communication PMO Kartu Prakerja Louisa Tuhatu kepada CNNIndonesia.com, Kamis (24/9) pagi.

Sebelumnya, Louisa mengisyaratkan pembukaan dilakukan pada hari ini. Namun, ia menegaskan hal itu belum diputuskan.


Yang pasti, gelombang 10 akan dibuka dengan kuota 200 ribu orang. Jumlah itu berasal dari peserta yang sudah dijaring sebanyak 4,6 juta pada gelombang 1 hingga gelombang 8.

Lalu, ditambah sekitar 800 ribu orang dari pendaftaran gelombang 9. Maka, kuota yang terisi akan mencapai 5,4 juta orang.

Sementara, target peserta untuk program ini hanya mencapai 5,6 juta orang. Pun demikian, tak tertutup kemungkinan penjaringan peserta akan melebihi 200 ribu orang. 

Sebab, PMO Kartu Prakerja sempat menggugurkan 180 ribu peserta dari status kepesertaannya. 

Para peserta ini merupakan mereka yang gugur dari hasil pendaftaran 1-4. Namun, belum ada pernyataan resmi soal penggantian kuota peserta ini.

Pendaftaran Kartu Prakerja bisa diikuti masyarakat melalui akses ke situs resmi www.prakerja.go.id. Kemudian, ikuti panduan pendaftaran. 

Bila lolos, peserta akan mendapat pemberitahuan melalui SMS. Pada program ini, pemerintah memberikan insentif sebesar Rp3,55 juta per peserta. Terdiri dari insentif pelatihan Rp2,44 juta, biaya pelatihan Rp1 juta, dan bonus survei Rp150 ribu. 

Rencananya, program Kartu Prakerja akan dilanjutkan pemerintah pada tahun depan, namun belum diumumkan secara resmi seperti apa mekanismenya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)