DPR Tagih Kejelasan Suntikan Negara ke BPUI Demi Jiwasraya

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 10:07 WIB
Komisi XI DPR menagih skema penggunaan suntikan negara sebesar Rp20 triliun ke BPUI untuk menyelesaikan kasus Jiwasraya. Komisi XI DPR menagih skema penggunaan suntikan negara sebesar Rp20 triliun ke BPUI untuk menyelesaikan kasus gagal bayar Jiwasraya. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi XI DPR Rudi Hartono Bangun menagih kejelasan soal skema suntikan negara kepada PT Badan Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) dalam menyelesaikan masalah gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kejelasan yang dimaksud, yakni mekanisme penggunaan penyertaan modal negara (PMN). "Harus jelas penggunaannya. Kita tahu, BPUI akan mendapat modal Rp20 triliun, yang mana uang tersebut salah satunya untuk menalangi kerugian yang terjadi di Jiwasraya," ujarnya, dilansir dari Antara, Kamis (24/9).

Rudi menuturkan PMN ke BPUI juga dimaksudkan untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas industri perasuransian, termasuk penjaminan.


Karenanya, ia mengingatkan jangan sampai ada kesalahan ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah menyuntikkan modal Rp20 triliun itu ke BPUI. "Jangan sampai ada kesalahan manajemen yang mengakibatkan kerugian berulang untuk kedua kalinya, lewat BPUI," imbuh dia.

Rudi juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati memilih produk asuransi yang ada. Masyarakat diminta teliti dan kritis dalam menyimpan uang lewat produk asuransi, terlebih di tengah pandemi covid-19.

Sekadar mengingatkan, BPUI dibentuk sebagai holding BUMN perasuransian dan penjaminan. Untuk menyelesaikan masalah Jiwasraya, BPUI akan membentuk anak usaha baru, yaitu IFG Life.

"Asuransi jiwa ini (IFG Life) nantinya akan menyelamatkan pemegang polis yang direstrukturisasi dari Jiwasraya," terang Rudi.

Sebelumnya, Direktur Utama BPUI Robertus Bilitea mengatakan akan menerima PMN Rp20 triliun. Namun, ia bilang PMN tersebut belum memenuhi seluruh kebutuhan penyelamatan Jiwasraya.

Dalam kalkulasinya, dibutuhkan setidaknya dana Rp24,7 triliun untuk menyelamatkan Jiwasraya. Itu berarti, BPUI harus melakukan penggalangan dana (fundraising) sebesar Rp4,7 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(bir)