Anak Buah Sri Mulyani Pastikan Resesi September Ini

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 12:46 WIB
BKF Kementerian Keuangan memproyeksi ekonomi kuartal III minus 2,9 persen-1 persen. Ini artinya, ekonomi masuk jurang resesi. BKF Kementerian Keuangan memproyeksi ekonomi kuartal III minus 2,9 persen-1 persen. Ini artinya, ekonomi masuk jurang resesi. (Dok: Universitas Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mengisyaratkan RI masuk jurang resesi pada kuartal ketiga atau yang berakhir September 2020. Sebab, pertumbuhan ekonomi pada periode itu diproyeksikan minus 2,9 persen - 1 persen.

"Kuartal III 2020 kami ekspektasikan akan berada di sekitar minus 2,9 persen-minus 1 persen. Berarti, memang sudah resesi," ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu dalam diskusi virtual Kupas Tuntas Ekonomi dan APBN," Jumat (25/9).

Ia berharap ekonomi pada kuartal IV 2020 akan membaik. Kendati begitu, ekonomi sepanjang 2020 diproyeksi minus sebesar 0,6 persen-minus 1,7 persen.


"Dari kuartal I, kuartal II, kuartal III sudah terjadi perlambatan ekonomi. Harapannya, kuartal IV akan membaik apa tidak? Ini fokus ke depan. Kalau resesi sudah terjadi sepanjang tahun ini," terang Febrio.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksi ekonomi kuartal III 2020 minus 3 persen-minus 1 persen. Angkanya sedikit lebih pesimistis dibandingkan dengan Kementerian Keuangan.

"Pandemi covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi terkontraksi, pada kuartal II 2020 terkontraksi 5,32 persen dan kuartal III 2020 satu pekan diperkirakan minus 3 persen-minus 1 persen," ucap Airlangga.

Ia menjelaskan salah satu yang paling terpukul adalah pariwisata. Dari pariwisata, sektor lainnya pun ikut terpukul, seperti akomodasi, perhubungan, dan ritel.

"Tentunya ini memukul sektor yang memberikan pendapatan kepada pemerintah sekitar US$15 miliar, ini penghasil devisa," terang Airlangga.

Airlangga menambahkan Bali dan Kepulauan Riau menjadi wilayah pariwisata yang paling terpukul.

Ia mencontohkan jumlah turis yang biasanya datang ke Kepulauan Riau sebanyak 3 juta orang dengan tingkat okupansi hari kerja sebesar 70 persen dan akhir pekan 90 persen.

"Kemarin praktis 9 bulan sebagian besar hotel tutup," pungkas Airlangga.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)