Jokowi Bandingkan Ekonomi Minus 4 Negara dengan RI

CNN Indonesia | Sabtu, 26/09/2020 10:46 WIB
Presiden RI Joko Widodo mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia melambat karena pandemi Covid-19. Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Joko Widodo mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia melambat karena pandemi Covid-19. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi sejumlah negara besar pun menurun signifikan semenjak menghadapi wabah.

"Kuartal kedua 2020, India minus 23,9 persen, Inggris minus 21,7 persen, Malaysia minus 17,1 persen, Singapura minus 13,2 persen," katanya dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (26/9).

Sedangkan di Indonesia, katanya, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua juga minus 5,32 persen. Ini menurun cukup signifikan dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang masih positif 2,97 persen.


Ia mengatakan ini merupakan salah satu dampak pandemi corona yang nyata dirasakan negara-negara di dunia. Terlebih berkaca pada jumlah kasus global yang sudah mencapai hampir 32,7 juta orang terkonfirmasi positif di 215 negara, termasuk Indonesia.

"Hari ini [di Indonesia] yang terpapar 266 ribu orang. Tapi coba kita lihat Amerika Serikat 7,2 juta orang, di India 5,9 juta orang, di Brazil 4,6 juta orang, di Rusia 1,1 juta orang," ujarnya.

Dari jumlah tersebut, lanjut Jokowi, ada 991 ribu orang yang dinyatakan meninggal dunia. Di Indonesia jumlah kasus yang meninggal mencapai 10 ribu orang. Ia pun menjanjikan akan terus menekan angka penularan dan kematian di Indonesia.

Bersamaan dengan upaya memaksimalkan angka kasus sembuh. Ia menyebut di Indonesia tingkat kesembuhan terus meningkat, dengan angka terakhir pada 25 September tercatat sebesar 73,5 persen.

"Banyak orang kehilangan pekerjaan di seluruh dunia dan berjuang bertahan hidup. Dalam menghadapi ujian dan cobaan ini kita tidak boleh menyerah. Kita harus ikhtiar sekuat tenaga untuk kendalikan penyebaran covid," tambahnya.

Penambahan kasus harian terus bertambah hingga tembus lebih dari 4.000 kasus per hari. Secara keseluruhan, terdapat 266.485 kasus terkonfirmasi positif dengan 10.218 kasus diantaranya meninggal dunia dan 196.196 kasus sembuh.

(fey/asa)

[Gambas:Video CNN]