Infeksi Corona di AS Lampaui 7 Juta Kasus

CNN Indonesia | Sabtu, 26/09/2020 05:50 WIB
Total infeksi corona di AS melonjak melampaui 7 juta kasus per Jumat (25/9). Kasus tersebut membuat AS menjadi negara dengan jumlah kasus corona tertinggi. Angka infeksi corona di Amerika Serikat tembus 7 juta kasus per Jumat (25/9) kemarin. Ilustrasi. (AP/Vincent Yu).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus positif corona di Amerika Serikat (AS) terus melonjak. Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins, angka infeksi corona di Negeri Paman Sam tersebut mencapai 7.005.746 per Jumat (25/9) kemarin.

Konfirmasi kasus positif tersebut adalah yang tertinggi di dunia. Posisi kedua terbanyak ditempati India dengan 5,8 juta kasus.

Sedangkan posisi ketiga, diduduki  Brasil dengan 4,7 juta kasus.


Bukan hanya kasus positif yang tertinggi, masalah sama juga terjadi pada tingkat kematian. Per Jumat kemarin, angka kematian akibat corona tembus 203.240 kasus.

Sebelumnya, menanggapi jumlah kasus corona di negaranya yang kian menanjak, Presiden AS Donald Trump mengatakan masalah tersebut memang memalukan.

Meskipun demikian, ia tak mau mengakui bahwa masalah itu disebabkan oleh kegagalan pemerintahannya. Untuk masalah kematian misalnya, ia mengatakan masalah tersebut akan semakin menjadi kalau pemerintaannya tak segera mengambil tindakan.

"Saya pikir jika kami tidak melakukannya dengan benar, Anda akan melihat 2,5 juta kematian. Jika Anda melihat alternatifnya, Anda bisa melihat 2,5 juta kematian atau sekitar itu. Anda bisa melihat jumlah yang jauh lebih banyak," kata Trump kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih pada Selasa (22/9).

"Dan Anda melihat pidato saya di PBB, China seharusnya menghentikannya di perbatasan mereka. Mereka seharusnya tidak pernah membiarkan (virus) ini menyebar ke seluruh dunia dan itu adalah hal yang mengerikan," lanjutnya seperti dikutip dari CNN.

(AFP/agt)

[Gambas:Video CNN]