Batal PHK, United Airlines Buat Kesepakatan dengan Pilot

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 08:11 WIB
Maskapai United Airlines membuat kesepakatan dengan serikat pilot dalam upaya menghindari merumahkan 2.850 pilot. Maskapai United Airlines membuat kesepakatan dengan serikat pilot dalam upaya menghindari merumahkan 2.850 pilot.(Scott Olson/Getty Images/AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Maskapai United Airlines membuat kesepakatan dengan serikat pilot dalam upaya menghindari merumahkan 2.850 pilot. Upaya ini dilakukan di tengah kebuntuan Kongres untuk memberikan paket bantuan yang baru.

Perjanjian antara maskapai AS dan Asosiasi Pilot Jalur Udara ini menghindari pemberhentian pilot hingga 21 Juni mendatang. Namun, jam terbang pilot harus dipangkas.

United Airlines masih akan merumahkan sebanyak 13 ribu pekerja lainnya pada tanggal 1 Oktober mendatang. Ini termasuk para pramugari dan staf operasi bandara.


Para maskapai di AS sempat mendapatkan bantuan dana dari CARES dengan total bantuan US$2,2 triliun karena virus corona. Maskapai penerbangan besar masing-masing menerima US$25 miliar.

Bantuan diberikan dalam bentuk dukungan penggajian dengan syarat bahwa mereka tidak melakukan PHK paksa hingga akhir September.

"Anggota kami memahami bahwa untuk melindungi pekerjaan pilot, kami perlu menyetujui perjanjian ini," kata Ketua Dewan Eksekutif ALPA Todd Insler seperti dikutip dari AFP, Rabu (29/9).

Sedangkan, Wakil Presiden Senior Serikat Pilot Bryan Quigley menyebut bahwa perjanjian tersebut bakal meningkatkan kemampuan maskapai untuk bangkit kembali.

"Sekarang saatnya untuk bersatu dan bergerak maju. Kami harus terus fokus untuk menerbangkan operasi yang aman, penuh perhatian, dapat diandalkan, dan efisien serta bersiap menyambut publik yang terbang kembali ke langit," ucapnya dalam sebuah pesan tertulis kepada para pilot.

Namun, ancaman merumahkan masih membayangi dan menjadi kekhawatiran di seluruh industri penerbangan akibat kemerosotan yang dialami.

Serikat pekerja yang mewakili pramugari menghadapi kemungkinan dirumahkan. Mereka sedang mengorganisir aksi unjuk rasa dan memposting foto penerbangan terakhir mereka di media sosial dalam upaya untuk memicu tindakan dari Washington.

"Batas waktu kehilangan pekerjaan massal adalah SEKARANG!" tulis Presiden Asosiasi Pramugari Sara Nelson di Twitter.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK