8 Pekerja Freeport, Antam dkk Meninggal Akibat Corona

CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 13:07 WIB
MIND ID menyatakan 8 pekerja tambang di bawah holding meninggal akibat covid. Rinciannya, 5 orang meninggal dari Freeport, 2 pekerja bukit Asam dan 1 Antam. MIND ID menyatakan 8 pekerja tambang di bawah holding mereka meninggal akibat corona. Ilustrasi. (Ilustrasi. (iStockphoto/Ovidiu Dugulan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Mining Industry Indonesia (MIND ID), holding BUMN pertambangan mencatat jumlah pekerja sektor tambang di bawah holding mereka yang meninggal akibat virus corona atau covid-19 mencapai 8 orang per 24 September 2020.

Mayoritas merupakan pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) yang sebagian sahamnya dikelola PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) alias Inalum selaku induk holding.

Direktur Utama MIND ID sekaligus Inalum Orias Petrus Moedak mencatat sebenarnya ada 1.219 orang terkonfirmasi positif covid-19. Dari jumlah itu, yang masih isolasi 235 orang dan selesai isolasi 978 orang.


Sementara pekerja meninggal akibat covid-19 sebanyak lima pekerja di Freeport. Sisanya, dua orang merupakan pekerja PT Bukit Asam (Persero) Tbk dan satu pekerja PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.

"Yang meninggal enam orang di ring 1, enam orang ini, di Papua (Freeport) ada lima orang dan satu di Aneka Tambang. Di Bukit Asam ada kematian, tapi ini tidak di ring 1, jadi di luar lokasi kerja," ungkap Orias saat rapat bersama Komisi VI DPR, Selasa (29/9).

Secara rinci, Orias menyatakan jumlah kasus positif yang terkonfirmasi di lingkungan Freeport mencapai 724 orang. Dari jumlah itu, sekitar 158 orang masih isolasi dan 561 orang selesai isolasi.

Perusahaan dengan ladang tambang di Tembagapura, Papua itu mendapatkan seluruh kasus konfirmasi dari sejumlah tes yang dilakukan. Terdiri dari 16.220 tes PCR dan 37.605 tes rapid.

[Gambas:Video CNN]

Sementara di Bukit Asam, ada 182 kasus positif covid-19. Rinciannya, 129 selesai isolasi dan 27 orang masih isolasi. Lalu di Antam, sekitar 198 kasus positif, rinciannya 180 orang sudah selesai isolasi dan 18 orang masih isolasi.

Sisanya, ada 65 kasus terkonfirmasi di Inalum, di mana 23 orang selesai isolasi dan 31 orang masih isolasi. Sementara di Timah, 73 orang sudah selesai isolasi dan 1 orang masih isolasi. Kedua perusahaan tidak ada kasus kematian.

Secara total ada 19.020 tes PCR di lima perusahaan. Sedangkan rapid test sebanyak 73.234 tes.

(uli/agt)