Jonan Nilai Terawan Harus Urus Kampanye BBM Ramah Lingkungan

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 09:58 WIB
Eks Menteri ESDM Ignatius Jonan menilai kampanye BBM ramah lingkungan merupakan tugas menteri kesehatan dan menteri lingkungan hidup dan kehutanan. Eks Menteri ESDM Ignatius Jonan menilai kampanye BBM ramah lingkungan merupakan tugas menteri kesehatan dan menteri lingkungan hidup dan kehutanan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri ESDM periode 2016-2019 Ignasius Jonan menilai Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya seharusnya memberikan kampanye dan edukasi soal penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan ke masyarakat. Kampanye bukan tanggung jawab Menteri ESDM yang kini tengah dijabat Arifin Tasrif.

"Yang harus kampanye adalah Menteri Kesehatan dan Menteri Lingkungan Hidup atau dua kementerian ini yang harus kampanye bagaimana menggunakan bahan bakar lebih ecofriendly, bukan Menteri ESDM," kata Jonan, dikutip dari Antara, Rabu (30/9).

Menurut Jonan, penggunaan BBM ramah lingkungan sangat perlu saat ini karena menjadi perhatian dunia, khususnya mengenai pengembangan konsep keamanan energi dan lingkungan hidup. Energi yang bertentangan dengan lingkungan hidup, seperti BBM fosil, tidak akan digunakan untuk jangka panjang karena memberi dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan.


Namun, BBM jenis Premium dan Pertalite dengan kadar oktan rendah masih digunakan oleh masyarakat Indonesia. Padahal, kadar polusi yang ditimbulkan sangat tinggi.

Indonesia termasuk tujuh negara di dunia yang masih menggunakan BBM dengan RON di bawah 90, yaitu Premium dengan RON 88. Enam negara lainnya, yakni Kolombia, Mesir, Ukraina, Mongolia, Uzbekistan, dan Bangladesh.

Oleh karena itu, Jonan mendorong peningkatan penggunaan energi terbarukan, seperti biodiesel lewat program B30 yang sudah dijalankan pemerintah saat ini.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, ia menilai bahwa penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, seperti etanol dan biofuel masih akan terus digunakan setidaknya hingga 50 tahun ke depan. Penggunaannya bisa melebihi BBM fosil dan energi listrik.

"Kendaraan listrik tidak akan menjadi dominasi menurut saya, sampai dengan 50 tahun lagi. Pasti kendaraan-kendaraan yang menggunakan bahan bakar likuid yang masih jalan, makanya itu dibutuhkan biodiesel," pungkasnya.

(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK