Wamendag Optimistis Neraca Dagang Indonesia Tetap Positif

Kemendag, CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 14:20 WIB
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meyakini ekonomi Indonesia di kuartal keempat tahun 2020 akan semakin baik. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meyakini ekonomi Indonesia di kuartal keempat tahun 2020 akan semakin baik. (Foto: dok. Kemendag)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga  mengatakan kementeriannya memegang peranan penting dalam upaya mitigasi sektor kesehatan dan ekonomi yang menjadi pembahasan Rakorpim. Pada bidang kesehatan, bersama kementerian dan lembaga terkait, Kemendag memastikan kelancaran pasokan alat-alat kesehatan.

"Syukur progres kita baik dalam hal ini. Indikatornya harga masker, vitamin, hazmat, obat-obatan maupun alat kesehatan yang terkait dengan itu sekarang relatif sudah kembali ke harga normal. Itu kan kerja keras dari Kemendag bersama kementerian dan lembaga lain," kata Jerry dalam Rakorpim di Bintan, Kepri pada 23-26 September lalu.

Sementara di bidang ekonomi, Jerry menilai mitigasi berjalan cukup baik dibandingkan negara lain yang juga terdampak pandemi Covid-19, tak terlepas dari reaktivasi sistem perdagangan. Ia mengakui, cukup sulit menyelenggarakan perdagangan yang aman dari penyebaran Covid-19.


Namun ia tetap optimis bahwa seluruh pelaku ekonomi, terutama di kalangan pasar rakyat akan dapat menyesuaikan diri dengan sistem dan kultur yang telah disesuaikan.

Lebih lanjut, mantan anggota Komisi I tersebut meyakini, ekonomi Indonesia di kuartal keempat tahun 2020 akan semakin baik. Dari perspektif Kemendag, khususnya perdagangan luar negeri, Jerry menyatakan hasil Rakorpim akan membuat neraca perdagangan terus positif.

"Nah, dengan Rakorpim, kita bisa memperkuat kerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan lain-lainnya. Intinya, kita bukan hanya ingin menjaga agar tetap surplus tetapi juga agar surplus itu bisa ditingkatkan," ujarnya.

Jerry menekankan, perlu dibangun koordinasi yang lebih baik, karena telah terjadi perubahan lingkungan politik-ekonomi yang signifikan. Ke depannya, hal itu berkaitan langsung dengan negara lain yang juga semakin protektif, serta perubahan konsumsi di pasar luar negeri sebagai dampak pandemi.

(rea)