Konsumsi Premium 2024 Bakal Turun Jadi 13,8 Ribu Kl per Hari

CNN Indonesia | Senin, 05/10/2020 22:16 WIB
PT Pertamina (Persero) memperkirakan penjualan Premium bakal turun dari 23,9 ribu Kl per hari menjadi 13,8 ribu Kl per hari pada 2024. PT Pertamina (Persero) memperkirakan penjualan Premium bakal turun dari 23,9 ribu Kl per hari menjadi 13,8 ribu Kl per hari pada 2024. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) memproyeksi penjualan Premium hanya 13,8 ribu kiloliter (KL) per hari pada 2024 mendatang. Jumlah jenis BBM khusus penugasan (JBKP) itu terus berkurang dari proyeksi penjualan 2020 yang sebesar 23,9 ribu KL per hari.

"Yang menarik Premium menjadi 13,8 ribu KL. Jadi Premium sudah berkurang dari setengahnya Pertamax," ucap CEO Subholding Commercial and Trading Pertamina Mas'ud Khamid dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (10/5).

Sementara, penjualan Pertamax diproyeksi terus meningkat hingga 2024. Dalam empat tahun mendatang, penjualan Pertamax diproyeksikan mencapai 29,9 ribu KL per hari.


"Pertamax yang sekarang 10 ribu KL per hari jadi 20 ribu-30 ribu KL per hari pada 2024," ujar Mas'ud.

Kemudian, penjualan Pertalite pada 2024 diramalkan tembus 61,2 ribu KL per hari. Jumlahnya juga naik dari proyeksi tahun ini yang sebanyak 48,3 ribu KL.

Begitu juga dengan penjualan Pertamax Turbo. Penjualan jenis BBM itu naik dari 0,6 ribu KL per hari tahun ini menjadi 1,6 ribu KL per hari pada 2024 mendatang.

Sementara, Pertamina juga berniat memberlakukan harga Pertalite menjadi Rp6.450 per liter di sejumlah wilayah tertentu di Sumatera. Hal ini dilakukan setelah perusahaan menerapkan di Denpasar, Tangerang Selatan, serta Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, serta Bekasi (Jabodetabek).

[Gambas:Video CNN]

Penurunan harga Pertalite ini hanya dalam rangka promo program Langit Biru Pertamina. Ini merupakan program edukasi masyarakat untuk menggunakan bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan.

"Program Langit Biru sudah di Denpasar, Tangerang Selatan, ke depan masuk seluruh Jawa dan Bali, kemudian masuk Sumatra," pungkas Mas'ud.

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK