Setoran Pajak dan Dividen BUMN Tambang Anjlok karena Corona

CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 14:52 WIB
Holding BUMN tambang MIND ID mengaku setoran pajak, PNBP, dan dividen anjlok karena tekanan bisnis di tengah pandemi corona. Holding BUMN tambang MIND ID mengaku setoran pajak, PNBP, dan dividen anjlok karena tekanan bisnis di tengah pandemi corona. (CNN Indonesia/Farid).
Jakarta, CNN Indonesia --

Holding BUMN tambang Mining Industry Indonesia (MIND ID) mengaku setoran pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga dividen dari Inalum, Bukit Asam, Antam, Timah, dan Freeport Indonesia, anjlok pada semester I 2020.

Penurunan setoran pajak, PNBP, dan dividen tersebut dikarenakan tekanan bisnis di tengah pandemi covid-19.

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan setoran pajak hanya Rp3,46 triliun. Jumlah itu kurang dari 25 persen dari total setoran pajak BUMN tambang ke negara yang sebesar Rp16,15 triliun pada tahun lalu.


Jumlahnya pun kalah jauh dari setoran pajak pada 2018 lalu yang mencapai Rp26,85 triliun. Begitu pula bila dibandingkan 2017 yang sekitar Rp8,35 triliun.

"Pajak penurunannya sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terlebih karena memang khusus untuk penerimaan dari Freeport, kita mengalami penurunan dalam dua tahun, 2019-2020," kata Orias saat rapat bersama Komisi VI DPR, Selasa (29/9). 

Begitu juga dengan PNBP, yakni hanya Rp1,86 triliun pada paruh pertama tahun ini. Padahal, sumbangan PNBP mencapai Rp7,57 triliun pada 2017, Rp11,34 triliun pada 2018, dan Rp6,75 triliun pada 2019. 

Penurunan PNBP utamanya berasal dari setoran bea masuk dan keluar yang turun drastis akibat terbatasnya aktivitas perdagangan ke luar negeri selama pandemi corona. Tercatat, bea masuk baru mencapai Rp116 miliar dan bea keluar Rp282 miliar pada semester I 2020. 

Tak ketinggalan, dividen pun ikut anjlok. Setoran dividen belum terbukukan alias masih nol sampai paruh pertama tahun ini.

Sebagai pembanding, dividen dari lima perusahaan mencapai Rp2,13 triliun pada 2017, Rp1,92 triliun pada 2018, dan Rp1,08 triliun pada 2019. 

"Penerimaan untuk negara mengalami penurunan kurang lebih 50 persen," tandas Orias.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)