MIND ID Ingin Tunda Rencana Pembangunan Smelter Freeport

CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 18:02 WIB
MIND ID ingin menunda rencana pembangunan smelter Freeport Indonesia di Gresik karena sedang mengalami tekanan akibat virus corona. MIND ID ingin menunda rencana pembangunan smelter Freeport Indonesia di Gresik karena sedang mengalami tekanan akibat virus corona. Ilustrasi. (Dok. Freeport Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mining Industry Indonesia (MIND ID), holding BUMN pertambangan berencana menunda rencana pembangunan fasilitas pemurnian atau smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur. MIND ID yang diinduki PT Indonesia Asahan Aluminium alias Inalum juga berencana mengalihkan pengelolaan bekas tambang emas Freeport, Blok Wabu, ke PT Aneka Tambang (Persero) Tbk alias Antam.

Dua rencana ini diungkap Direktur Utama MIND ID sekaligus Inalum Orias Petrus Moedak saat rapat bersama Komisi VI DPR, Selasa (29/9). Orias mengatakan rencana penundaan pembangunan smelter Freeport perlu dilakukan karena tekanan dampak pandemi virus corona atau covid-19.

Pandemi membuat aktivitas bisnis perusahaan tidak bisa berjalan secara normal. Rencana penundaan pembangunan smelter pun tengah diajukan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).


"Sekarang ini sedang minta Kementerian ESDM untuk penundaan ini," ujar Orias.

Menurutnya, persetujuan dari Kementerian ESDM selaku perwakilan pemerintah perlu didapat karena akan berdampak pada realisasi sumbangan penerimaan kepada negara pada masa mendatang. Sebab, ketika smelter belum terbangun, maka perlu ada penyesuaian izin ekspor.

"Karena penundaan project berdampak pada izin ekspor tembaga yang juga berdampak balik lagi kepada penerimaan negara," katanya.

Freeport berjanji membangun smelter di Gresik. Total pembiayaan proyek berkisar US$3 miliar atau Rp44,55 triliun (kurs Rp14.850 per dolar AS).

[Gambas:Video CNN]

Mereka menargetkan pembangunan bisa selesai 2023.  Namun dengan penundaan itu, kemungkinan pembangunan smelter baru selesai pada 2024.

Di sisi lain, Orias mengungkapkan MIND ID juga berencana mengalihkan pengelolan blok tambang emas bekas Freeport, Blok Wabu di Papua ke Antam. Terakhir, pengelolaan blok tersebut sudah beralih dari tangan Freeport ke pemerintah daerah setempat dan hendak dialihkan lagi ke MIND ID setelah berhasil menguasai sebagian saham Freeport.

"Ada surat dari Gubernur yang menyerahkan pengelolaan ke MIND ID, tapi yang ahli emas adalah Antam, akan serahkan ke Antam tindak lanjuti," ungkapnya.

Bila dikelola Antam, Orias memastikan MIND ID akan tetap berkoordinasi dengan pemda untuk memaksimalkan pengelolaan ke depan.

"Kami akan kerja sama dengan pemda untuk tambang di Papua, ini masih tahap awal," imbuhnya.

Freeport menyerahkan Blok Wabu ke pemda pada 2015. Data terakhir mencatat potensi emas di blok tersebut mencapai 4,3 juta bijih emas dengan potensi nilai US$14 miliar.

(agt)