INKA Dapat Proyek Pengadaan Kereta Api Rp161,7 T dari Kongo

CNN Indonesia | Rabu, 14/10/2020 18:26 WIB
INKA mendapat kesepakatan proyek pengadaan kereta api untuk Kongo senilai US$11 miliar atau setara Rp161,7 triliun. INKA mendapat kesepakatan proyek pengadaan kereta api untuk Kongo senilai US$11 miliar atau setara Rp161,7 triliun. Ilustrasi INKA. (Dok. Kementerian BUMN)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT INKA (Persero) mendapat kesepakatan proyek pengadaan kereta api untuk Kongo senilai US$11 miliar atau setara Rp161,7 triliun (kurs Rp14.700 per dolar AS). Rencananya, INKA akan memproduksi kereta api penumpang, kereta barang, hingga kereta rel listrik (KRL) untuk negara tersebut.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan kontrak bisnis yang dilakukan oleh Direktur INKA Budi Noviantoro dengan perwakilan dari lima BUMN Kongo yang terlibat dalam megaproyek itu. Penandatanganan dilakukan di kantor INKA di Madiun, Jawa Timur pada hari ini, Rabu (14/10).

Penandatanganan juga dihadiri oleh Penasihat Khusus Presiden Kongo Bidang Infrastruktur Alexy Kayembe De Bampende, Duta Besar Kongo untuk AS Francois Nikuna Balumuene, CEO TSG Global Holdings Rubar Sandi, dan CEO PT TSG Utama Indonesia Syaiful Idham.


"INKA akan menjadi project developer untuk perkeretaapian dan intermoda di Kongo. INKA akan suplai lokomotif, gerbong barang, KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik), dan KRL (Kereta Rel Listrik)," kata Budi dalam keterangan resmi seperti dikutip dari Antara.

Budi mengatakan kerja sama pengadaan kereta api ini sejatinya tidak hanya melibatkan INKA dari Indonesia, namun juga beberapa perusahaan pelat merah lain. Para BUMN dari Indonesia akan membangun infrastruktur terkait keseluruhan sistem perkeretaapian di Kongo.

Mereka adalah PT LEN Industri (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero). Menurut jadwal, proyek akan dilangsungkan pada 2021-2024 untuk fase pertama.

Pengerjaan fase pertama meliputi proyek kereta api di daerah perkotaan sepanjang 580 kilometer (km). Terdiri dari dua ruas, yaitu Kinsasha Urban Loop Line dan Kinsasha menuju Matadi Port dan Banana Port.

"Setelah fase I nanti kami lanjutkan ke fase berikutnya hingga total jalurnya mencapai sepanjang 4.100 kilometer terbangun mencakup wilayah utara dan selatan Kongo," jelasnya.

Proyek kereta api ini merupakan bagian dari proyek sinergi lima BUMN Kongo dengan TSG Global Holdings dalam kesepakatan bertajuk Master Framework Join Development Agreement (MFJDA) dengan pemerintah Kongo. Ini juga menjadi bagian dari kesepakatan Master Implementation Join Development Agreement (MIJDA).

Selain proyek kereta api, INKA juga akan menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 Mega Watt peak (MWp) di Kinsasha. Proyek ini juga turut melibatkan LEN Industri dan Barata Indonesia.

Peletakan batu pertama alias ground breaking proyek PLTS sudah dilakukan pada 19 Agustus lalu di negara yang berada di Benua Afrika itu. PLTS ini nantinya akan memasok listrik untuk sektor transportasi, termasuk kereta api yang diproduksi INKA.

Sebelumnya, INKA juga pernah mendapat proyek luar negeri dari Bangladesh dengan volume 250 kereta api. Seluruh kereta sudah dikirim pada awal bulan ini.

INKA juga tengah menggarap proyek pengadaan tiga lokomotif dan 15 kereta commuter untuk Filipina dengan nilai kontrak Rp363 miliar. Di dalam negeri, INKA tengah memproduksi 31 trainset LRT untuk PT KAI (Persero) dengan nilai kontrak Rp3,9 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK