Jokowi Naikkan Iuran dan Santunan Kematian TNI dan Polri

CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 13:39 WIB
Presiden Jokowi menaikkan besaran iuran jaminan kecelakaan kerja dan santunan kematian bagi TNI, Polri, dan PNS di Kementerian Pertahanan. Presiden Jokowi menaikkan besaran iuran jaminan kecelakaan kerja dan santunan kematian bagi TNI, Polri, dan PNS di Kementerian Pertahanan. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan besaran iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan santunan kematian bagi anggota TNI, Polri, dan PNS di lingkungan Kementerian Pertahanan. Kenaikan iuran dan santunan tersebut berlaku mulai 30 September 2020.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2015 tentang Asuransi Sosial Prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

Dalam beleid itu tertulis besaran iuran JKK yang ditanggung oleh pemberi kerja meningkat dari 0,41 persen dari gaji peserta setiap bulan menjadi 0,62 persen dari gaji pokok terakhir peserta setiap bulan.


Iuran ini akan bermanfaat untuk santunan risiko kematian dan bantuan beasiswa bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Santunan risiko kematian terdiri dari santunan kematian sekaligus uang duka wafat," tulis Pasal 25 PP 54/2020, dikutip CNNIndonesia.com pada Kamis (15/10). 

Santunan kematian diberikan kepada perwira TNI dan Polri sebesar Rp30 juta dan PNS Kemenhan dan PNS Polri dengan jabatan pimpinan tinggi madya, pratama, administrator, pengawas atau fungsional Rp30 juta. Santunan kematian untuk kedua kelompok ini meningkat dari sebelumnya Rp17 juta. 

Begitu pula dengan bintara dan tamtama TNI serta Polri Rp27,5 juta, dan PNS Kemenhan serta PNS Polri dengan jabatan pelaksana atau fungsional Rp27,5 juta. Sebelumnya, santunan masing-masing hanya Rp15,5 juta. 

Sementara, santunan risiko kematian khusus karena gugur yang diberikan kepada ahli waris meningkat dari Rp400 juta menjadi Rp450 juta. Sedangkan santunan risiko kematian khusus karena tewas diberikan ke ahli waris Rp350 juta dari sebelumnya Rp275 juta. 

Untuk bantuan beasiswa tetap sebesar Rp30 juta alias tidak berubah. Ketentuannya hanya untuk satu orang. 

Pemerintah juga memperluas penggantian biaya pengangkutan peserta yang mengalami kecelakaan kerja ke rumah sakit dan/atau ke rumah peserta.

Sebelumnya, hanya diberikan paling besar Rp2 juta, namun kini diubah bergantung kategori. 

Untuk angkatan darat dan sungai atau danau paling besar Rp2 juta, angkutan laut paling besar Rp2,5 juta, dan angkutan udara paling besar Rp4 juta.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK