Rupiah Perkasa ke Rp14.632 Menanti Progres Vaksin Corona

CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 16:12 WIB
Rupiah menguat 25 poin ke Rp14.632 per dolar AS pada Rabu (21/10) sore. Rupiah menguat di tengah penantian kabar vaksin corona. Rupiah menguat 25 poin ke Rp14.632 per dolar AS pada Rabu (21/10) sore. Rupiah menguat di tengah penantian kabar vaksin corona. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.632 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (21/10) sore. Mata uang garuda menguat 25 poin atau 0,17 persen dari Rp14.657 pada Selasa (20/10).

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.658 per dolar AS atau menguat dari Rp14.729 per dolar AS pada kemarin sore.

Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia. Won Korea menguat 0,68 persen, yen Jepang 0,54 persen, yuan China 0,32 persen, dolar Singapura 0,15 persen, ringgit Malaysia 0,14 persen, peso Filipina 0,04 persen, baht Thailand 0,01 persen. 


Hanya rupee India yang melemah 0,17 persen. Sedangkan dolar Hong Jong stagnan. 

Begitu juga dengan mata uang utama negara maju, semua menguat dari dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,75 persen, dolar Australia 0,42 persen, franc Swiss 0,35 persen, euro Eropa 0,3 persen, rubel Rusia 0,24 persen, dan dolar Kanada 0,13 persen.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan nilai tukar rupiah hari ini masih ditopang oleh sinyal kesepakatan paket stimulus ekonomi AS.

Sebab, ketegangan antara pemerintah dan DPR AS berkurang dan memunculkan kemungkinan paket bisa disetujui sebelum gelaran pemilihan umum pada bulan depan. 

"Prospek Kongres AS meloloskan langkah-langkah stimulus terbaru menjelang pemilihan presiden pada 3 November," kata Ibrahim.

Sentimen lain, pasar merespons positif pandangan bank sentral AS, The Federal Reserve, yang menilai stimulus fiskal AS bisa melengkapi bantuan moneter di Negeri Paman Sam. Di sisi lain, pasar terus memantau perkembangan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa. 

Di dalam negeri, pelaku pasar masih menunggu kelanjutan dari penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (UU Ciptaker). Selain itu, juga menanti perkembangan vaksin corona atau covid-19 yang tengah dipersiapkan pemerintah.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK