Subsidi Tiket Pesawat Bisa Diperpanjang ke Juni 2021

CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2020 14:49 WIB
Kemenhub berencana memperpanjang subsidi tiket pesawat dari/ke 13 bandara domestik hingga Juni 2021 apabila program dinilai efektif. Kemenhub berencana memperpanjang subsidi tiket pesawat dari/ke 13 bandara domestik hingga Juni 2021 apabila program dinilai efektif. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang untuk memperpanjang pemberian subsidi tiket pesawat hingga tahun depan. Saat ini, kebijakan untuk penerbangan ke 13 destinasi pariwisata domestik itu berlaku sampai 31 Desember 2020.

"Mudah-mudahan juga kalau program (subsidi) ini dinilai efektif, tentu saja kami akan melakukan kontinuasi untuk tahun 2021. Kami programkan dari Januari sampai dengan Juni 2021," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto dalam Press Background "Upaya Kemenhub Mengantisipasi Libur Panjang Akhir Oktober 2020", Jumat (23/10).

Subsidi diberikan dengan mekanisme biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dikeluarkan dari komponen biaya tiket dan akan ditagihkan oleh operator 13 bandara kepada pemerintah. Dalam hal ini, PJP2U akan dibayar menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan minat penumpang pesawat yang merosot selama pandemi covid-19.

Adapun 13 belas bandara yang dimaksud adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK), Bandara Internasional Hang Nadim, Batam (BTH), Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang (KNO), dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar (DPS).

Kemudian, Bandara Internasional Kulon Progo, Yogyakarta (YIA), Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP), Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, Praya (LOP) dan Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang (SRG).

Lalu, Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, (MDC), Bandara Internasional Labuan Bajo (LBJ),  Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara (DTB), Bandara Internasional Blimbingsari, Banyuwangi (BWX), dan Bandara Internasional Adi Sucipto, Yogjakarta (JOG).

[Gambas:Video CNN]

Selama periode 23 Oktober hingga 31 Desember, Kemenhub menyiapkan anggaran senilai Rp175 miliar dengan asumsi untuk menanggung PJP2U 1,6 juta penumpang.

Sementara, untuk periode Januari hingga Juni 2021, Kemenhub memperkirakan kebutuhan anggaran subsidi tiket pesawat sebesar Rp1,02 triliun dengan asumsi jumlah penumpang pesawat dari/ke 13 bandara tersebut 9,75 juta penumpang.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK