Luhut Jelaskan Bos IDFC Perlindungan Lingkungan UU Ciptaker

CNN Indonesia | Sabtu, 24/10/2020 06:50 WIB
Menko Luhut menjelaskan kepada CEO US IDFC Adam S Boehler bahwa UU Cipta Kerja akan memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Menko Luhut menjelaskan kepada CEO US IDFC Adam S Boehler bahwa UU Cipta Kerja akan memperbaiki iklim investasi di Indonesia. (CNN Indonesia/Gautama Padmacinta).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan membahas mengenai isi dari Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja bersama Chief Executive Officer (CEO) United States International Development Finance Corporation (US IDFC) Adam S Boehler.

US IDFC adalah lembaga pembiayaan investasi yang dibentuk atas atas mandat Kongres Amerika Serikat (AS) yang berfokus pada investasi di negara-negara berkembang.

Luhut menjelaskan UU Cipta Kerja secara keseluruhan akan memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Sebab, beleid itu akan mengutamakan perlindungan lingkungan hidup dan kepastian perlindungan tenaga kerja.


"Kelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari perizinan berbasis risiko. Untuk berbisnis berisiko, AMDAL harus diterbitkan sebelum izin usaha, yang diperlukan untuk memulai operasi bisnis," ucap Luhut dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (23/10).

Sementara, Boehler menyambut positif keberadaan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Menurut dia, aturan sapu jagat itu merupakan terobosan baru dalam memperbaiki iklim usaha di Indonesia.

Selain UU Ciptaker, mereka juga membahas peluang investasi di sovereign wealth fund (SWF) Indonesia. Luhut bilang SWF Indonesia akan dibentuk setelah ada aturan turunan dari UU Omnibus Law Cipta Kerja.

SWF Indonesia, kata dia, akan menjadi instrumen penting bagi pengembangan infrastruktur di Indonesia. Untuk itu, SWF Indonesia akan menjadi andalan pemerintah dalam membangun proyek infrastruktur di domestik.

[Gambas:Video CNN]

"Kehadiran SWF akan semakin memperkuat transparansi pengelolaan aset infrastruktur di Indonesia secara profesional dan sesuai dengan good international practice," ungkap Luhut.

Ia menyatakan beberapa lembaga investasi keuangan internasional akan dilibatkan dalam proses konsultasi pengembangan kerangka SWF Indonesia. Lembaga yang dimaksud adalah Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), US IDFC, dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK