Sertifikasi Halal Diklaim Dongkrak Omzet Pedagang Wong Cilik

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 11:44 WIB
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan sertifikasi halal yang diatur dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja dapat mendongkrak omzet UMK hingga 8,53 persen. Menkop UKM Teten Masduki mengatakan sertifikasi halal yang diatur dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja dapat mendongkrak omzet UMK hingga 8,53 persen. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengklaim sertifikasi halal berdampak pada peningkatan omzet pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Indonesia.

Oleh karena itu, menurutnya, kebijakan sertifikasi halal gratis yang diatur pemerintah dalam Undang-undang Cipta Lapangan Kerja (UU Ciptaker) disambut baik pelaku UMK. Apalagi, 60 persen pelaku UMKM berada di sektor makanan dan minuman.

"Dari catatan kami, selama 2014 sampai 2019, dalam memfasilitasi sertifikasi halal, hasil surveinya menggembirakan. Ketika mendapat sertifikasi halal, omzet usahanya naik rata-rata sebesar 8,53 persen," terang Teten dalam Peresmian Pelatihan Digital Pemasaran dan Manajemen Produk Halal, Selasa (20/10).


Menurut Teten sertifikasi halal penting karena industri halal telah menjadi salah satu industri yang berkembang di dunia, di mana pada 2018 nilainya sekitar US$2,2 triliun dengan laju pertumbuhan 5,2 persen per tahun.

Indonesia sendiri, berdasarkan State Of Global Islamic Economy Report 2020, berada pada peringkat 4 di dunia untuk industri pariwisata halal, peringkat 3 untuk fesyen muslim, dan ranking 5 untuk keuangan syariah. Sayangnya, untuk produk makanan halal, Indonesia belum masuk ke 10 besar.

"Tantangan besar sertifikasi halal untuk UKM ini adalah biaya mengaksesnya akibatnya hanya usaha menengah dan besar yang memberi kecukupan modal yang mampu mendapatkan sertifikasi halal selama ini," tuturnya.

Di luar masalah pembiayaan, Teten juga mengatakan pemerintah memberikan pendampingan dalam bentuk edukasi manajemen produk halal maupun pendaftarannya.

Saat ini, misalnya, Kemenkop UKM memiliki berbagai program pelatihan di 71 pusat layanan usaha terpadu di berbagai kabupaten kota.

"Percepatan dan perluasan akses UMKM dalam sertifikasi halal, membutuhkan kolaborasi, tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Jadi saatnya sekarang bekerja sama, bukan sekadar bersama-sama kerja," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK