Jokowi: Baru 8 Juta UMKM yang Terintegrasi Teknologi Digital

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 13:30 WIB
Jokowi menyatakan dari 64 juta UMKM, baru 8 juta atu 13 persennya yang terintegrasi dengan teknologi digital. Jokowi menyatakan dari 64 juta UMKM di RI, baru 8 juta yang terintegrasi dengan teknologi digital. (Lukas - Biro Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti rendahnya penetrasi digital pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dia menyebut dari total pelaku UMKM yang sebanyak 64 juta, hanya 8 juta di antaranya atau sekitar 13 persen yang memanfaatkan pasar digital.

Kepala Negara menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, Indonesia merupakan pasar yang bertumbuh pesat memiliki potensi pasar digital besar.

"Di tengah potensi pasar yang besar itu, baru 8 juta atau 13 persen dari 64 juta pelaku UMKM yang telah melakukan integrasi dengan teknologi digital," katanya pada pembukaan Kumparan Festival UMKM secara daring, Senin (26/10).


Presiden Jokowi menyebut bahwa pandemi covid-19 memaksa masyarakat untuk beralih menggunakan teknologi digital lebih cepat. Dia optimis pelaku UMKM akan cepat naik kelas jika diikuti dengan adopsi teknologi sebagai motor penggerak.

Oleh karena itu, ia berharap para pengusaha muda yang sudah melek teknologi agar dapat menjadi agen perubahan.

"Pandemi memaksa kita mengubah cara bekerja, cara belajar, cara berkonsumsi, cara bertransaksi dari sebelumnya lebih banyak offline ke online," imbuh dia.

Lebih lanjut, potensi penduduk yang besar sejalan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan yang dibutuhkan di dalam negeri. Eks gubernur DKI tersebut mengatakan akan ada 183 juta orang berusia produktif pada 2030 atau 68 persen dari total populasi.

Setiap tahunnya, ada sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja baru, anak muda yang masuk ke pasar kerja. Jokowi mengatakan kondisi itu membuat kebutuhan atas lapangan kerja baru menjadi kian mendesak.

[Gambas:Video CNN]

"Untuk itu, kita butuh lebih banyak job creator (pencipta pekerjaan). Para wirausaha muda yang menciptakan lapangan kerja baru," katanya.

Namun, ia juga mengingatkan supaya kemajuan ekonomi digital tidak boleh menjadikan RI sebagai pasar dari produk-produk asing. Dia ingin produk lokal juga mampu bersaing dan diangkat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Namun demikian saya ingatkan agar kemajuan ekonomi digital termasuk UMKM digital tidak boleh membuat kita hanya menjadi pasar dari produk-produk asing," tutupnya.

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK