Laba Bersih BNI 4,32 T pada Kuartal III 2020

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 10:58 WIB
Laba bersih BNI hanya berhasil mencapai Rp4,32 triliun pada kuartal III 2020 kemarin. Laba itu turun 63,9 persen secara year on year. Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini, Direktur IT dan Operasi BNI Y.B. Hariantono, Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies, dan Direktur Manajemen Risiko BNI David Pirzada pada paparan kinerja BNI Kuartal III/2020 di Jakarta, Selasa (27/10). (Foto: Bank BNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI hanya berhasil menorehkan laba bersih Rp4,32 triliun pada kuartal III 2020 kemarin. Laba tersebut anjlok 63,9 persen secara year on year.

Perusahaan menyatakan penurunan dipicu upaya mereka memperkuat fundamental keuangan bank dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa yang akan datang.

"Yaitu dengan melakukan pembentukan pencadangan yang lebih konservatif sehingga rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio hingga kuartal III 2020 berada di level 206,9 persen atau lebih besar dibandingkan kuartal III 2019 yang sebesar 159,2 persen," kata Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies seperti dikutip dari pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Selasa (27/10).


Selain laba bersih, penurunan juga terjadi pada pendapatan bunga bersih. Pada kuartal III kemarin tercatat pendapatan bunga bersih mengalami kontraksi 0,8 persen secara year on year

Sementara itu dari sisi pendapatan bunga, perseroan mencatat kinerja tumbuh 7,2 persen. Kinerja itu membaik dibanding kuartal II 2020 yang masih tumbuh 3,2 persen. 

Selain itu, BNI juga mencatat total aset mereka berhasil tumbuh 12,5 persen secara year on year. Itu ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 21,4 persen dari kuartal III 2019 yang masih Rp580,9 triliun menjadi Rp705,1 triliun pada kuartal III 2020 kemarin.

[Gambas:Video CNN]

Perseroan menyatakan upaya menghimpun DPK memang dilakukan dengan menjadikan dana murah (CASA) sebagai prioritas utama. Itu dimaksudkan untuk menekan cost of fund.

Ia mengatakan saat ini CASA BNI berada di level 65,4 persen dengan cost of fund 2,86 persen. Itu membaik 30 Bps dibandingkan dengan posisi sama tahun lalu yang 3,24 persen.

"DPK itu menopang penyaluran kredit BNI yang tumbuh 4,2 persen dari Rp558,7 triliun pada kuartal III 2019 menjadi Rp582,4 triliun pada kuartal III 2020." katanya.

 

Catatan Redaksi: Judul artikel ini diubah pada Selasa (27/10) pukul 11.45 WIB. Sebelumnya berjudul "Laba Bersih BNI Anjlok 63,9 Persen pada Kuartal III 2020".

(agt/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK