BI Catat Laju Uang Beredar Melambat pada September 2020

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 10:38 WIB
Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar dalam arti luas (M2) sebesar Rp6.742,9 triliun pada September 2020 atau tumbuh 12,3 persen secara tahunan. Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar dalam arti luas (M2) sebesar Rp6.742,9 triliun pada September 2020 atau tumbuh 12,3 persen secara tahunan. Ilustrasi. (Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas nasional atau uang beredar dalam arti luas (M2) sebesar Rp6.742,9 triliun pada September 2020. Jumlah itu naik 12,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Lajunya melambat dibandingkan Agustus 2020 yang tumbuh 13,3 persen.

Peningkatan uang beredar M2 ditopang oleh jumlah uang beredar dalam arti sempit (M1) yang meningkat 17,6 persen (year-on-year/yoy) pada bulan yang sama. Laju tersebut melambat dari Agustus yang tumbuh 19,3 persen (yoy).

"Ini dipengaruhi oleh melambatnya simpanan giro Rupiah" ujar Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (27/10).


Selain itu, pertumbuhan uang kuasi juga melambat, dari 11,5 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 10,6 persen (yoy) pada September 2020.

"Sementara itu, surat berharga selain saham pada September 2020 tercatat kontraksi sebesar 13,9 persen (yoy), tidak sedalam kontraksi bulan sebelumnya sebesar 18,7 persen (yoy).," jelasnya.

Bank sentral turut mencatat peningkatan uang beredar M2 didorong oleh peningkatan ekspansi keuangan pemerintah.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang meningkat, dari 65,1 persen (yoy) pada Agustus 2020 menjadi 76,7 persen (yoy) pada September 2020. 

[Gambas:Video CNN]

Kemudian, aktiva luar negeri bersih bulan lalu meningkat sebesar 16,7 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Agustus 2020 sebesar 13,8 persen (yoy).

Lebih lanjut, pertumbuhan kredit pada September 2020 tercatat sebesar minus 0,4 persen (yoy), berbalik arah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,6 persen (yoy).

(sfr/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK