Rupiah Merosot ke Rp14.672 di Tengah Kenaikan Kasus Covid-19

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 09:40 WIB
Kurs rupiah melemah 0,09 persen ke Rp14.672 per dolar AS pada perdagangan Selasa (27/10) pagi. Nilai tukar rupiah melemah ke Rp14.672 per dolar AS pada perdagangan Selasa (27/10) pagi. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.672 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (27/10). Posisi tersebut melemah 0,09 persen dibandingkan perdagangan Senin(26/10) sore di level Rp14.650 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Kondisi ini ditunjukkan oleh yen Jepang menguat 0,09 persen, dolar Hong Kong naik 0,08 persen, dolar Singapura naik 0,13 persen, dolar Taiwan bertambah 0,01 persen, rupee India naik 0,04 persen, dan yuan China menguat 0,04 persen.

Sedangkan, won Korea Selatan turun 0,11 persen, peso Filipina turun 0,10 persen, ringgit Malaysia turun 0,02 persen, dan baht Thailand turun 0,01 persen.


Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju juga kompak perkasa di hadapan dolar AS. Tercatat, poundsterling Inggris naik 0,07 persen, dolar Australia menguat 0,06 persen, dolar Kanada naik 0,14 persen, dan franc Swiss naik 0,12 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan meski melemah, ia meyakini rupiah berpotensi menguat. Kenaikan jumlah kasus baru covid-19 di sejumlah negara AS dan Eropa membuat nilai tukar dolar AS terkapar. Kondisi ini mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

Menurutnya, tambahan kasus baru covid-19 tersebut menjadi beban jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) AS pada November mendatang. Utamanya, sejumlah RS di AS sudah dipenuhi pasien covid-19.

"Hari ini, kemungkinan besar rupiah bergerak menguat tipis, seperti perdagangan kemarin," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/10).

[Gambas:Video CNN]

Dari dalam negeri, ia menuturkan realisasi investasi pada kuartal III 2020 membaik. Tercatat, realisasi investasi tumbuh 1,6 persen (yoy) menjadi Rp209 triliun pada Juli-September.

"Jadi, ada kemungkinan besar meskipun kuartal III 2020 Indonesia resesi, tapi kontraksinya tidak terlalu besar, yakni minus 1 persen sampai minus 2,5 persen, relatif lebih kecil dari sebelumnya," ucapnya.

Ia memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp14.635 hingga Rp14.660 per dolar AS hari ini.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK