Usai Corona, BKPM Ramal Investasi Naik 47,3 Persen di 2024

CNN Indonesia | Rabu, 04/11/2020 13:54 WIB
BKPM memproyeksi realisasi investasi pada 2024 akan mengalami peningkatan menjadi Rp1.239,3 triliun atau 47,3 persen dari target realisasi investasi 2020. BKPM memproyeksi realisasi investasi pada 2024 akan mengalami peningkatan menjadi Rp1.239,3 triliun atau 47,3 persen dari target realisasi investasi 2020. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memproyeksi realisasi investasi pada 2024 akan mengalami peningkatan menjadi Rp1.239,3 triliun sebesar 47,3 persen dari target realisasi investasi tahun ini Rp817,2 triliun.

Staf Ahli BKPM Bidan Peningkatan Daya Saing dan Penanaman Modal Heldy Satrya Putera mengatakan hal tersebut bisa dicapai asalkan ekonomi Indonesia bisa segera pulih dari pandemi covid-19.

"Target sampai 2024 akan meningkat hampir 50 persen. Di tengah pandemi saat ini, bukan lah hal mudah untuk mencapai posisi itu. Hal yang harus kami lihat apa yang sedang kita hadapi saat ini sehingga tahu ke mana kami harus mengarah untuk meningkatkan daya saing," ujarnya dalam Regional Summit 2020, Rabu (4/11).


Kendati demikian, kata Heldy, investasi Indonesia bisa dibilang cukup kebal dari pandemi covid-19. Pasalnya, ketika Foreign Direct Investment (FDI) dari seluruh dunia turun 30-40 persen, investasi yang masuk ke Indonesia masih cukup besar.

Bahkan, jika dibandingkan dengan negara di kawasan Asean, ia mengklaim, investasi asing yang masuk ke Indonesia nilainya lebih tinggi dibandingkan Singapura, Malaysia dan Vietnam.

"Sampai kuartal III saja kita masih positif pertumbuhannya, meskipun di kuartal II negatif. Nah, jumlah realisasi kurang lebih 74,8 persen atau Rp611,6 triliun sampai kuartal III ini memberikan optimisnya kepada kami bahwa di tahun depan kami akan dapat mencapai target investasi," ucapnya.

Heldy juga menyinggung kondisi investasi Indonesia yang mulai merata dan tak hanya terpusat di Pulau Jawa. Sebaran realisasi investasi di Indonesia pada periode kuartal III menunjukkan investasi di luar Jawa lebih besar dibandingkan Jawa.

Tercatat ada Rp110,4 triliun atau 52,8 persentase realisasi investasi tersebar di luar Jawa. Angka ini meningkat 17,9 persen dibandingkan dengan periode triwulan yang sama pada 2019.

Sedangkan untuk realisasi investasi di Jawa sebesar Rp98,6 triliun atau 47,2 persen. Posisi tersebut turun sebesar 12 persen dibandingkan dengan periode triwulan yang sama pada 2019

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK