Program Perlindungan Sosial PEN akan Tuntas Akhir Tahun

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Sabtu, 07/11/2020 13:03 WIB
Klaster perlindungan sosial diyakini akan memperoleh manfaat dari program pemulihan ekonomi nasional hingga 100 persen dari target pada kuartal IV tahun 2020. Klaster perlindungan sosial diyakini akan memperoleh manfaat dari program pemulihan ekonomi nasional hingga 100 persen dari target pada kuartal IV tahun 2020. (Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Klaster perlindungan sosial diyakini akan memperoleh manfaat dari program pemulihan ekonomi nasional hingga 100 persen dari target pada kuartal IV tahun 2020.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara menjelaskan bahwa program-program perlindungan sosial terus mengalami penetrasi yang semakin baik dari bulan ke bulan.

Program-program yang termasuk klaster perlindungan sosial tersebut antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau dikenal juga dengan istilah Kartu Sembako, Program Bansos Tunai Non-Jabodetabek, Bansos Sembako Jabodetabek, Program Logistik/Pangan/Sembako, Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, dan Diskon Listrik.


"Untuk Klaster Perlindungan Sosial yang berada di bawah program Kementerian Sosial memiliki pagu anggaran sebesar Rp128,9 Triliun. Anggaran ini sudah terserap Rp112,7 Triliun (87,44 persen). Sisanya sudah dijadwalkan untuk pencairan di bulan November-Desember," jelas Juliari dilansir di laman Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jumat (6/11).

Dia memaparkan bahwa program perlindungan sosial yang telah dimulai sejak Maret 2020 merupakan program-program regular yang sifatnya diperluas seperti PKH dan BPNT.

Selain itu, pihaknya juga meluncurkan program-program baru khusus sebagai respons terhadap berkembangnya pandemi Covid-19 di Indonesia yang telah memberikan dampak sosial juga finansial terhadap masyarakat.

"Program-program baru yang sifatnya khusus untuk menghadapi Covid-19 telah terselenggara dengan baik berkat kerjasama yang baik antar lembaga dan pemerintah daerah," tambah Juliari.

Penyaluran PKH, ujarnya, telah sukses mencapai target 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dari anggaran Rp36,71 triliun, lanjutnya, sudah terserap 100 persen.

Kemudian, Program Sembako atau BPNT yang sebelumnya memiliki target 15,2 juta KPM diperluas cakupannya menjadi 20 juta KPM dan mencapai target tersebut pada September 2020 lalu.

"Untuk BPNT dari anggaran Rp43,12 triliun, sudah terserap Rp37,31 triliun, dan sisanya ini akan dicairkan di bulan November dan Desember. Jadi Insya Allah pencapaiannya akan 100 persen," katanya.

Adapun program khusus untuk menghadapi Covid-19 berupa Bantuan Sosial Sembako Jabodetabek dengan target penerima 1,9 juta KPM dan Bansos Tunai (BST) Jabodetabek dengan target penerima 9 juta KPM sudah mencapai target.

Dari sisi anggaran program-program khusus, Juliari memaparkan bahwa Bansos Sembako Jabodetabek akan selesai pada bulan Desember.

"Saat ini realisasinya Rp5,65 triliun dari anggaran Rp6,84 triliun." kata Juliari.

Kemudian program Bansos Tunai masih berjalan sampai dengan bulan Desember dengan realisasi Rp25,86 triliun dari anggaran Rp32,4 triliun.

"Insya Allah ini juga tidak akan menemui kendala untuk realisasi 100 persen." tambahnya.

Adapun, program Bansos Tunai Bagi KPM Sembako non-PKH sudah dieksekusi sepenuhnya pada September lalu dengan anggaran mencapai Rp4,5 triliun.

Selanjutnya, ada dua tambahan program lainnya yang bekerjasama dengan BULOG, yakni Bansos Beras untuk KPM PKH dengan target 10 juta KPM sudah dimulai pada Agustus dan akan selesai November 2020. Total beras yang disalurkan telah mencapai 450.000 ton.

"Satu lagi BST untuk KPM Program Sembako non PKH dengan target 9 juta KPM yang sudah dieksekusi pada bulan September lalu," katanya.

(ang/fjr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK