Menaker Ungkap BLT Subsidi Gaji Cair Atas Rekomendasi KPK

CNN Indonesia | Jumat, 06/11/2020 20:36 WIB
Menaker Ida mengungkapkan data penerima BLT pekerja bergaji di bawah Rp5 juta dipadankan dengan data pajak sesuai rekomendasi KPK. Menaker Ida mengungkapkan data penerima BLT pekerja bergaji di bawah Rp5 juta dipadankan dengan data pajak sesuai rekomendasi KPK. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan penyaluran bantuan tunai (BLT) pekerja berupa subsidi gaji merupakan rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ida mengungkapkan, tak seperti tahap pertama sebelumnya, untuk BLT tahap kedua pihaknya diinstruksikan langsung oleh KPK untuk memadankan data penerima bantuan dengan data wajib pajak.

Hal tersebut, menurutnya, untuk memastikan akurasi penyaluran bantuan. Pasalnya, hanya pekerja yang tercatat bergaji di bawah Rp5 juta lah yang berhak menerima BLT.


"Tahap kedua ini yang berbeda karena harus atas rekomendasi dari KPK, kami harus memadankan data penerima program ini dengan wajib pajak karena di Peraturan Menteri, mereka yang dilaporkan upahnya di bawah Rp5 juta," jelas Ida seperti dikutip dari rilis pada Jumat (6/11).

Dia menyebutkan pekerja formal atau yang terdaftar sebagai Wajib Pajak namun bergaji di atas Rp5 juta dinyatakan tidak berhak menerima bantuan.

Sejauh ini, Ida bilang pemadanan data penerima telah dirampungkan dan data telah diserahkan kepada BPJS ketenagakerjaan. Jika data tak bermasalah, kata Ida, Kemenaker bisa meneruskan ke proses selanjutnya yaitu melakukan transfer ke rekening para pekerja.

"Kita berharap mudah-mudahan program pemerintah ini memberikan manfaat kepada seluruh peserta BPJS ketenagakerjaan. Ini penyerahan tahap kedua. Alhamdulillah sudah 98,7 persen sudah tersalurkan kepada penerima program, dari 12,4 juta penerima subsidi gaji/upah," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Ida memastikan BLT tahap II sebesar Rp600 ribu per bulan mulai disalurkan pada pekan ini. Sedangkan, untuk gelombang pertama dinyatakan telah selesai disalurkan seluruhnya.

Pemerintah sendiri mengalokasikan dana sebesar Rp30 triliun untuk menyalurkan BLT pekerja bergaji di bawah Rp5 juta.

(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK