Inggris Perpanjang Subsidi Upah Pekerja hingga Maret 2021

CNN Indonesia | Jumat, 06/11/2020 10:57 WIB
Pemerintah Inggris memperpanjang program subsidi upah pekerja dari 31 Oktober 2020 menjadi Maret 2021. Pemerintah Inggris memperpanjang program subsidi upah pekerja dari 31 Oktober 2020 menjadi Maret 2021. Ilustrasi. (Justin TALLIS / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Inggris memperpanjang subsidi upah jutaan pekerja hingga akhir Maret 2021. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Rishi Sunak setelah Inggris mulai kembali menerapkan penguncian wilayah (lockdown) jilid II.

"Mengingat ketidakpastian yang signifikan, latar belakang ekonomi yang memburuk dan kebutuhan untuk memberi orang dan bisnis keamanan selama musim dingin, saya yakin adalah tepat untuk melangkah lebih jauh," ucap kanselir bendahara kepada pihak parlemen setelah memperpanjang skema cuti kerja, seperti dikutip AFP, Kamis (5/11).

Diketahui, skema cuti kerja bagi jutaan pekerja ini pertama kali diperkenalkan oleh Inggris pada akhir Maret 2020. Saat itu, Inggris menerapkan kebijakan lockdown jilid I.


Program cuti pemerintah ditetapkan selama 1 tahun. Hal ini sejalan dengan keputusan bank sentral Inggris yang memberikan stimulus tambahan untuk ekonomi Inggris yang dihantam pandemi covid-19 senilai US$193 miliar.

"Seperti yang dikatakan Bank of England (BoE) pagi ini, pemulihan ekonomi telah melambat dan risiko ekonomi condong ke sisi negatifnya," kata Sunak.

Skema cuti ini akan membayar 80 persen gaji untuk jutaan pekerja sektor swasta di Inggris. Mulanya, subsidi itu hanya akan diberikan sampai Oktober 2020.

Diketahui, Inggris bersama Wales dan Irlandia Utara memutuskan untuk memberlakukan lockdown jilid II. Hal ini seiring dengan peningkatan kasus penularan virus corona di wilayah tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Inggris merupakan salah satu negara di dunia yang paling terpukul akibat covid-19 dengan hampir 48 ribu kematian dan lebih dari 1 juta kasus.

Sementara, China telah melarang warga Inggris memasuki negaranya untuk mencegah gelombang kedua penularan covid-19. Hal ini lantaran Inggris tengah menghadapi gelombang kedua penularan virus corona.

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK