Harga Minyak RI Naik Jadi US$38,07 per Barel pada Oktober

CNN Indonesia | Rabu, 11/11/2020 06:48 WIB
Harga minyak Indonesia (ICP) naik tipis ke US$38,07 per barel pada Oktober 2020. Kenaikan terjadi di tengah penurunan harga minyak mentah dunia. Harga minyak Indonesia (ICP) naik tipis ke US$38,07 per barel pada Oktober 2020. Kenaikan terjadi di tengah penurunan harga minyak mentah dunia. Ilustrasi. (iStock/nielubieklonu).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian ESDM mencatat harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar US$38,07 per barel pada Oktober 2020. Angka itu naik tipis US$0,64 per barel atau 1,7 persen dibandingkan September, US$37,43 per barel.

Peningkatan juga terjadi pada ICP SLC sebesar US$0,53 per barel dari US$39,11 per barel menjadi US$39,64 per barel.

Tim Harga Minyak Indonesia Kementerian ESDM menilai peningkatan harga minyak mentah Indonesia disebabkan membaiknya marjin untuk produk light distillate di pasar Asia Pasifik.


Sementara itu, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Oktober 2020 dibandingkan September 2020 turun.

Beberapa faktor yang memengaruhi penurunan harga minyak mentah utama di pasar internasional, antara lain kekhawatiran pelaku pasar seiring peningkatan kasus covid-19 di sejumlah negara di dunia, terutama di Eropa. Kenaikan kasus corona menyebabkan penerapan penguncian wilayah (lockdown) sehingga semakin meredupkan prospek perbaikan permintaan minyak.

Selain itu, Presiden AS Donald Trump yang sempat terdiagnosa covid-19 dan pelemahan pasar tenaga kerja AS meningkatkan kekhawatiran pasar atas pemulihan ekonomi.

Berlanjutnya produksi minyak mentah dari Norwegia setelah berakhirnya aksi mogok kerja pekerja offshore oil & gas dan peningkatan pasokan OPEC+ terutama pasokan Arab Saudi dan Rusia, termasuk juga peningkatan produksi dari negara-negara OPEC yang dikecualikan dari kuota pemotongan produksi (Iran, Venezuela dan Libya).

Faktor lainnya adalah produksi minyak mentah AS yang mencapai 11,1 juta barel per hari (bph), tertinggi sejak Juli. Selain itu, sentimen negatif juga berasal dari laporan OPEC Oktober 2020 yang memproyeksikan bahwa permintaan minyak mentah global akan sebesar 9,5 juta bph dan pasokan minyak mentah global diperkirakan meningkat sebesar 310 ribu bph hasil dari pulihnya produksi minyak mentah AS.

Baker Hughes melaporkan peningkatan operasional oil rig di AS, 221 oil rig, tertinggi sejak bulan Mei. Terakhir, menguatnya nilai tukar Dollar AS mengakibatkan investor mengalihkan investasi mereka dari pasar komoditas.

Di kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut , juga dipengaruhi oleh stok minyak mentah China yang tinggi. Kenaikan stok China terjadi usai membeli minyak mentah dalam jumlah besar di musim semi lalu, saat harga minyak mentah rendah.

"Penurunan tingkat pengoperasian kilang di Asia, dengan tingkat operasional di Jepang turun ke level 70 persen dan Korea Selatan turun ke level 60 persen, juga menyebabkan penurunan harga minyak mentah di kawasan Asia Pasifik," ujar Tim Harga Minyak Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Oktober 2020 dibandingkan September 2020:

- Dated Brent turun 1,6 persen menjadi US$40,15 per barel.
- WTI (Nymex) turun 0,1 persen menjadi US$39,55 per barel.
- Basket OPEC turun 3,1 persen menjadi US$40,25 per barel.
- Brent (ICE) turun 0,8 persen dari US$ 41,87 per barel menjadi US$ 41,52 per barel.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK