Chatib Basri Usul Subsidi BBM Disetop saat Harga Minyak Turun

CNN Indonesia | Senin, 09/11/2020 18:07 WIB
Menkeu era SBY Chatib Basri pemerintah sebaiknya mengalihkan anggaran subsidi BBM ke proyek EBT di tengah rendahnya harga minyak dunia. Menkeu era SBY Chatib Basri pemerintah sebaiknya mengalihkan anggaran subsidi BBM ke proyek EBT di tengah rendahnya harga minyak dunia. (Gentur Putro Jati).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan era SBY Chatib Basri meminta pemerintah berhenti memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil. Hal ini tepat dilakukan saat harga minyak mentah dunia anjlok.

"Menurut saya fossil fuel tidak lagi bisa disubsidi. Ketika harga minyak rendah sudah saatnya lepas subsidi," ungkap Chatib dalam webinar bertajuk Peluang Mendorong Investasi Saat Pandemi, Senin (9/11).

Menurut Chatib, dana yang biasanya dikucurkan untuk memberikan subsidi energi berbasis fosil bisa dialihkan untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan. Sebagai contoh, pemerintah bisa memberikan insentif bagi produsen mobil listrik, sehingga harganya tidak mahal.


"Mobil listrik harga mahal tidak laku. Jadi itu harus diberikan insentif. Jadi sektor yang non energi baru terbarukan harus dipajakin, kemudian yang energi baru terbarukan diberikan insentif," kata Chatib.

Chatib berpendapat pemerintah perlu melakukan perubahan. Pasalnya, berbagai sumber lembaga pembiayaan kini mulai enggan memberikan pendanaan kepada proyek yang membawa dampak buruk bagi lingkungan, seperti menggunakan energi berbasis fosil.

"Hampir semua fund-fund besar sekarang memasukkan isu lingkungan. Misalnya mereka melihat suatu investasi, apakah layak dibiayai. Lembaga pembiayaan mulai menghindari proyek-proyek yang dianggap mengganggu lingkungan," kata Chatib.

Sebelumnya, Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu mengatakan lembaga keuangan internasional kini tak mau lagi menyalurkan pinjaman ke Indonesia untuk proyek berbasis energi fosil, seperti minyak bumi dan batu bara.

[Gambas:Video CNN]

Ia menyarankan pemerintah untuk membangun proyek berbasis energi baru terbarukan. Terlebih, penggunaan EBT semakin diminati di sejumlah negara.

Mari bilang Bank Dunia sudah berkomitmen agar sebagian besar pinjaman yang digelontorkan memiliki dampak positif bagi lingkungan. Hal itu dilakukan dengan membatasi pinjaman proyek berbasis energi fosil.

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK