Survei Danareksa: Covid Naik, Kepercayaan ke Pemerintah Turun

CNN Indonesia
Rabu, 11 Nov 2020 11:15 WIB
Danareksa Research Institute (DRI) mencatat indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah turun seiring menanjaknya kasus virus corona. Danareksa Research Institute (DRI) mencatat indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah turun seiring menanjaknya kasus virus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Danareksa Research Institute (DRI) menyatakan indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah turun pada Oktober 2020. Hal ini lantaran kasus penularan virus corona di Indonesia terus menanjak.

Mengutip survei DRI, Rabu (11/11), indeks kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tak turun signifikan. Indeksnya masih berada di kisaran 100.

DRI mengklaim penurunan tak signifikan karena pemerintah terus mengambil kebijakan untuk menangani pandemi covid-19. Selain itu, pemerintah juga melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga.

Hal ini sejalan dengan penurunan indeks kepercayaan konsumen (IKK) ke level 71,09 pada Oktober 2020. Pasalnya, pandemi membuat konsumen khawatir terhadap ekonomi nasional dan penurunan lapangan pekerjaan.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh DRI, keinginan dan kemampuan beli masyarakat merosot selama masa pandemi covid-19. Ini terjadi di seluruh lapisan masyarakat, dari yang berpendapatan menengah ke atas hingga berpendapatan menengah ke bawah.

Lebih rinci, masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang berniat membeli mobil terlihat stagnan, lalu motor naik 1,1 persen, rumah stagnan, barang-barang rumah tangga turun 2,2 persen, dan perhiasan turun jadi nol persen.

Sementara, masyarakat berpenghasilan menengah yang berniat membeli mobil pada Oktober 2020 ini stagnan, motor naik 1,05 persen, rumah turun 0,12 persen, barang-barang rumah tangga turun 4,99 persen, dan perhiasan turun 0,35 persen.

[Gambas:Video CNN]

Kemudian, masyarakat berpenghasilan menengah ke atas yang berniat membeli mobil turun 0,59 persen, motor turun 2,94 persen, rumah turun 0,29 persen, barang-barang rumah tangga turun 14,83 persen, dan perhiasan turun 2,2 persen.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 3,49 persen pada kuartal III 2020. Ini berarti Indonesia masuk ke jurang resesi.

Resesi berarti ekonomi suatu negara minus dua kuartal berturut-turut. Sebelumnya, ekonomi Indonesia sudah minus 5,32 persen pada kuartal II 2020.

(aud/sfr)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER