Bumble, Aplikasi Kencan Online Bakal Go Public Tahun Depan

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Minggu, 15/11/2020 07:01 WIB
Perusahaan aplikasi kencan online Bumbe dikabarkan bakal melantai di bursa saham Wall Street pada kuartal I 2021. Perusahaan aplikasi kencan online Bumbe dikabarkan bakal melantai di bursa saham Wall Street pada kuartal I 2021. Ilustrasi. (Istockphoto/Cesar Okada).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bumble, aplikasi kencan online, akan melakukan initial public offering (IPO) atau melantai di bursa saham Wall Street pada kuartal pertama tahun depan.

Sebagai aplikasi kencan online populer di Amerika Serikat, Bumble dikenal bersaing Tinder, Hinge, Match, dan OKCupid, yang seluruhnya dimiliki oleh Match Group IAC.

Namun, Bumble membuat ciri pada aplikasinya dengan memberi kewenangan pada wanita untuk mengambil langkah pertama pada pria incaran. Bumble didirikan pada 2014 lalu oleh Whitney Wolfe Herd.


Selain Bumble, perusahaan juga menghadirkan aplikasi lainnya, seperti Badoo, layanan kencan online yang populer di luar AS.

Mengutip CNN Business, Minggu (15/11), apabila IPO terlaksana, valuasi Bumble bisa mencapai US$6 miliar-US$8 miliar.

Valuasi Bumble naik setelah perusahaan investasi Blackstone, tahun lalu, membeli saham mayoritas dengan kesepakatan sebesar US$3 miliar.

Di era pandemi covid-19, aplikasi kencan online semakin diminati, meskipun faktanya banyak orang lebih sering tinggal di dalam rumah mereka. Kinerja Bumble mencetak rekor peningkatan 26 persen pesan instan pada awal-awal pandemi.

Wakil Presiden Strategi Bumble Priti Joshi menuturkan rata-rata waktu panggilan di aplikasi kencan online-nya mencapai 28 menit pada Mei lalu.

Di bawah kepemimpinan Wolfe Herd, Bumble juga telah melakukan ekspansi internasional dan banya berinvestasi di Asia, Amerika Tengah, hingga Eropa.

Pada 2018 lalu, Bumble juga meluncur di India. Ekspansi ke India saat itu sempat menjadi perbincangan, mengingat fakta bahwa India merupakan negara dengan tingkat kekerasan seksual tertinggi di dunia.

"Pola pikir paling tradisional, paling misoginis secara global, itu adalah pasar. Bagi kami, itu adalah padang rumput yang terbuka lebar," tutur Wolfe Herd.

Bumble memiliki 66 juta pengguna pada September tahun lalu dan mencatat keuntungan dari pengguna. Versi dasar aplikasi kencan online ini gratis, tapi pengguna dapat membeli fitur tambahan.

[Gambas:Video CNN]



(bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK