Daftar Komisaris BUMN dari Pospera

CNN Indonesia | Selasa, 17/11/2020 17:06 WIB
Ketum Pospera Mustar Bona Ventura mempolisikan Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga karena menyebut BUMN merugi karena komisaris berasal dari organisasinya. Gedung Kementerian BUMN. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

DPP Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) melaporkan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga ke Bareskrim Polri atas tuduhan pencemaran nama baik dengan nomor laporan LP/B/0647/XI/2020/BARESKRIM.

Ketua Umum DPP Pospera Indonesia Mustar Bona Ventura menjelaskan laporan tersebut terkait pernyataan Arya yang menyebutkan jika BUMN merugi karena anggota komisaris berasal dari Pospera. Pernyataan itu disampaikan Arya melalui WhatsApp Group (WAG).

"Posko Perjuangan Rakyat, dalam hal ini merasa sangat dirugikan, dicemarkan nama baik, kehormatan organisasi, maka, mau tidak mau kami harus melaporkan atas tindakan yang tidak bertanggung jawab, atas fitnah yang dilakukan oleh Jubir Kementerian BUMN, Staf Khusus Kementerian BUMN, dalam hal ini Arya Sinulingga," kata Bona di Gedung Bareskrim Polri, Senin (16/11).


CNNIndonesia.com sudah berupaya minta penjelasan kepada Arya soal laporan dan kasus pencemaran nama baik yang diarahkan kepadanya itu. Tapi sampai berita diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawabannya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pospera Sarmanto Tambunan menjelaskan terdapat 7 anggota Pospera yang menduduki jabatan komisaris di perusahaan pelat merah. Namun, 2 dari mereka telah selesai menjabat.

"Kami sudah sampaikan semuanya kepada polisi, totalnya ada 7 yang sudah tidak menjabat 2, jadi posisinya sekarang 5 masih menjadi komisaris," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/11).

Namun, ia mengaku tidak bisa memberikan informasi 5 orang yang masih aktif menjabat sebagai komisaris BUMN tersebut. Alasannya, semua informasi tersebut masih dalam proses hukum.

"Untuk sementara kami belum bisa share, tapi pada waktunya nanti akan kami share kami hargai proses hukum yang sedang kami jalankan," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]

Sarmanto hanya membuka dua nama mantan komisaris pada BUMN yang merupakan anggota Pospera. Keduanya adalah Musyafaur Rahman yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris PT Damri dan Kiki Rizki Yoktavian sebagai Komisaris PT Semen Baturaja.

Ia menegaskan selama keduanya menjabat 2 perusahaan BUMN itu tercatat mencapai kinerja yang baik, berbanding terbalik dengan pernyataan Arya.

"Lima tahun kerja boleh dicek perusahaan rugi apa tidak, yang aktif sekarang pun posisi keuangannya juga bagus dan meningkat," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, terdapat 6 orang anggota Pospera yang masih mengisi kursi komisaris pada sejumlah BUMN. Berikut rinciannya;

1. Mustar Bonaventura sebagai Komisaris PT Dahana (Persero). Perusahaan yang berlokasi di Subang ini menawarkan layanan bahan peledak terintegrasi untuk sektor minyak & gas, pertambangan, konstruksi, dan pertahanan.

2. Fendy Eventius Mugni sebagai Komisaris PT Hotel Indonesia Natour (Persero).

3. Marajohan Budiman Napitupulu sebagai Komisaris PT Yodya Karya (persero). Perusahaan menjalankan bisnis di bidang dan layanan jasa konsultansi konstruksi dan jasa konsultansi non konstruksi.

4. Katno Rizki sebagai Komisaris PT Industri Kapal Indonesia (Persero) yang memiliki galangan kapal terbesar di Indonesia Timur.

5. Yervis M Pakan sebagai Komisaris PT Barata Indonesia (Persero). Perusahaan bergerak pada bisnis pangan, energi, air, dan penunjang.

6. Ranto Roy Rogers Simanjuntak sebagai Komisaris Independen PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus.

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK