Realisasi Anggaran PEN Baru 55,5 Persen per 11 November

CNN Indonesia | Selasa, 17/11/2020 18:22 WIB
KSP membeberkan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp386,01 triliun per 11 November 2020 atau 55,5 persen dari pagu. KSP membeberkan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp386,01 triliun per 11 November 2020 atau 55,5 persen dari pagu. Ilustrasi penanganan covid-19. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kantor Staf Presiden (KSP) menyatakan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) baru sebesar Rp386,01 triliun per 11 November 2020. Angka itu baru menyentuh 55,5 persen dari pagu anggaran yang sebesar Rp695,2 triliun.

Tenaga Ahli Kedeputian III KSP Agung Galih Satwiko menjelaskan realisasi terbesar berada di sektor UMKM yang sebesar Rp95,62 triliun atau 83,3 persen dari target.

Sementara, pencairan terendah terjadi di sektor pembiayaan korporasi yang hanya sebesar Rp2 triliun atau 3,2 persen dari target.


"Pemerintah berharap bisa mengoptimalkan penyerapan anggaran sampai akhir 2020," ucap Agung dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (17/11).

Lebih lanjut Agung menyatakan terdapat realokasi anggaran untuk beberapa sektor dalam program PEN. Salah satunya adalah sektor perlindungan sosial.

Awalnya, pemerintah hanya mengalokasikan dana untuk pelrindungan sosial sebesar Rp203,9 triliun. Namun, dananya ditambah Rp30,43 triliun menjadi Rp234,33 triliun.

"Ada yang naik, ada yang turun. Tapi total nilainya tetap sama Rp695,2 triliun. Realokasi anggaran ini sangat perlu dan sudah diusulkan ke Kementerian Keuangan dan kementerian teknis, serta Satuan Tugas PEN. Ini terutama untuk meningkatkan efektivitas penyaluran PEN," jelas Galih.

Ia menyatakan peningkatan anggaran PEN untuk sektor perlindungan sosial juga sejalan dengan penambahan programnya dari 8 program menjadi 12 program. Beberapa programnya adalah bantuan sembako dan bantuan tunai sembako sebesar Rp47,22 triliun.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan anggaran kesehatan sebesar Rp9,71 triliun dari Rp87,55 triliun menjadi Rp97,26 triliun. Kenaikan anggaran juga diikuti dengan penambahan program dari enam program menjadi sembilan program.

Salah satu anggaran sektor kesehatan yang cukup besar adalah belanja penanganan covid-19 sebesar Rp45,23 triliun. Selain itu, ada pula cadangan vaksinasi dan perlindungan sosial untuk 2021 sebesar Rp29,23 triliun.

"Anggaran perlindungan sosial dan kesehatan naik cukup signifikan, terutama karena ada program vaksinasi. Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa dioptimalkan," jelasnya.  

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan dana PEN 2020 sebesar Rp695,2 triliun. Dana itu digelontorkan untuk sejumlah sektor.

Rinciannya, sektor kesehatan sebesar Rp97,26 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp234,33 triliun, sektoral kementerian/lembaga (k/l) dan pemerintah daerah (pemda) sebesar Rp65,97 triliun, insentif usaha sebesar Rp120,6 triliun, UMKM sebesar Rp114,81 triliun, dan pembiayaan korporasi sebesar Rp62,22 triliun. 

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK