Erick Thohir Bidik Mandalika Jadi Pusat Pendidikan Hotel RI

CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 08:25 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir berharap kawasan Mandalika di NTB tidak hanya dikenal sebagai lokasi balap MotoGP tetapi juga sebagai pusat pendidikan hotel RI. Menteri BUMN Erick Thohir berharap kawasan Mandalika di NTB tidak hanya dikenal sebagai lokasi balap MotoGP tetapi juga sebagai pusat pendidikan hotel RI. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir berencana menjadikan kawasan Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu pusat pendidikan perhotelan (hospitality) di Indonesia. Rencana ini dicetuskan agar Mandalika tidak hanya dikenal sebagai salah satu kawasan perhelatan MotoGP saja.

"Kalau memang Mandalika bisa menjadi tempat edukasi seperti banyak kota besar di luar negeri, seperti sekarang ada satu kota hidup karena edukasi, kenapa Mandalika tidak kita (Indonesia) prioritaskan untuk pendidikan-pendidikan yang hospitality?" ucap Erick dalam acara Wajah Indonesia di Metro TV, Selasa (17/11) malam.

Erick ingin pusat pendidikan perhotelan Mandalika bisa melahirkan tenaga-tenaga unggul di bidang ini. Selanjutnya, para lulusannya diharapkan bisa masuk ke pasar dunia.


"Kita (Indonesia) juga bisa membantu beberapa negara yang butuh hospitality ini. Apakah perhotelan, chef, dan lainnya," ungkapnya.

Rencana ini, kata Erick, untuk menjawab tantangan tingginya jumlah pencari kerja di Indonesia. Data yang dikantonginya mencapai 3,5 juta orang per tahun.

"Tapi rata-rata 82 persen hanya lulusan di bawah SMA. Jadi kita (Indonesia) harus upgrade kita punya tim, kita harus ambil kita punya people, masyarakat," ujarnya.

Kendati begitu, rencana pengembangan pendidikan hospitality di Mandalika tidak berdiri sendiri. Rencananya, Erick akan membuat klaster gabungan di kawasan ini, yaitu dengan olahraga dan pariwisata.

[Gambas:Video CNN]

"Bukan tidak mungkin menggabungkan olahraga, tourism, dan pendidikan di Mandalika. Kita (Indonesia) tuan rumah MotoGP, kita punya tanah besar di bawah grup properti juga, tourism," katanya.

Sayangnya, mantan ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu belum mengelaborasi lebih jauh mengenai rencana tersebut. Namun ia menekan rencana ini bukan tidak mungkin diwujudkan karena pemerintah sudah punya omnibus law UU Cipta Kerja yang bisa menjadi solusi perizinan dan pembentukan kawasan khusus.

"Makanya dengan omnibus law ini kita coba kombinasikan klaster-klaster tadi, tidak hanya bisnis tapi juga untuk membantu masyarakat Indonesia untuk upgrading," pungkasnya.

(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK