Mayoritas Ekonom Dunia Ramal Laju Ekonomi 2021 Masih Tertahan

CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 09:25 WIB
Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan 56 persen dari 165 ekonom kelas dunia menaksir laju ekonomi global pada 2021 masih tertahan dan pemulihannya bertahap. Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan 56 persen dari 165 ekonom kelas dunia menaksir laju ekonomi global pada 2021 masih tertahan dan pemulihannya bertahap. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pertumbuhan ekonomi dunia kemungkinan masih tertahan pada 2021. Pasalnya, bayang-bayang pandemi virus corona atau covid-19 masih membebani perekonomian.

Hal ini diungkapnya berdasarkan ramalan dari para ekonom dunia. Menurut data yang dikantonginya, sebanyak 56 persen dari 165 ekonom kelas dunia memperkirakan pemulihan ekonomi global akan berbentuk huruf U.

"Artinya, pemulihan ekonomi akan tertahan dan bertahap," ujar Ani, sapaan akrabnya, saat mengisi acara Wajah Indonesia di Metro TV, Selasa (17/11) malam.


Kendati begitu, ia mengatakan masih ada ekonom yang optimis pada pemulihan tahun depan. Sebanyak 20 persen dari 165 ekonom dunia melihat pemulihan ekonomi global masih bisa membentuk huruf V.

"Atau pemulihannya lebih cepat, tentu kita akan terus berupaya dengan apapun proyeksi ekonomi 2021," imbuhnya.

Sementara, menurut Ani, tantangan ekonomi 2021 memang suka tidak suka masih berupa pandemi covid-19. Oleh karena  itu, kebijakan yang disiapkan pemerintah pun akan berorientasi pada pemulihan dari pandemi seperti halnya tahun ini.

Pemerintah sendiri meramalkan ekonomi 2021 berada di kisaran 5 persen. Hal ini tertuang di asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 yang sudah disetujui DPR.

[Gambas:Video CNN]

Untuk itu, sambungnya, pemerintah akan tetap memberikan alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada sektor-sektor yang juga diberikan pada tahun ini. Mulai dari kesehatan, perlindungan sosial, UMKM, dan lainnya.

Di sisi lain, pemerintah juga akan tetap mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan, kesehatan, hingga konektivitas agar ekonomi semakin siap tinggal landas ketika masa-masa pemulihan sudah dilewati.

"Kita akan fokus membangun fondasi ekonomi Indonesia. Pemerintah terus mendukung dan mengakselerasi ekonomi Indonesia," pungkasnya.

(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK