Investasi Pekanbaru Naik Hampir Tiga Kali Lipat saat Corona

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 22/11/2020 18:56 WIB
Pemkot Pekanbaru mencatat realisasi investasi menembus Rp3,59 triliun sepanjang Januari-September 2020 atau naik dari periode sama tahun lalu, Rp1,26 triliun. Pemkot Pekanbaru mencatat realisasi investasi menembus Rp3,59 triliun sepanjang Januari-September 2020 atau naik dari periode yang sama tahun lalu, Rp1,26 triliun. Ilustrasi. (FB Anggoro/Antara Foto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau mencatat realisasi investasi melejit selama pandemi virus corona. Tercatat, realisasi investasi hingga kuartal III 2020 mencapai Rp3,59 triliun atau naik hampir tiga kali lipat dari periode yang sama tahun lalu, Rp1,26 triliun.

"Total investasi yang masuk ke Pekanbaru pada Januari-September tahun lalu sebesar Rp1,258 triliun, sementara, tahun ini dalam periode yang sama mengalami kenaikan tajam menjadi Rp3,594 triliun," kata Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru F Rudi Misdian seperti dikutip dari Antara, Minggu (22/11).

Menurut Rudi, kenaikan investasi di tengah pandemi terjadi karena Pekanbaru dinilai kota yang aman dan menjanjikan bagi investor. Selain itu, pemerintah kota juga memberikan berbagai kemudahan dalam perizinan.


"Pembangunan berbagai sektor industri maupun perdagangan di masa pandemi di Pekanbaru tetap ada progres, terbukti ada kenaikan investasi tahun ini sebesar Rp2,3 triliun dibandingkan tahun lalu," kata dia.

Rudi mengungkapkan capaian realisasi Rp3,594 triliun itu setara 87,5 persen dari total target yang diberikan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI dan Pemerintah Provinsi Riau senilai Rp4 triliun pada 2020.

"Jika dibandingkan periode yang sama di 2019 lalu, realisasi investasi tahun ini naik 285 persen," katanya.

Jika dirinci, realisasi investasi terbanyak berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan nilai Rp2,4 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp1,1 triliun.

Adapun negara asal investor PMA adalah Singapura, Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok, Inggris, dan Amerika Serikat.

[Gambas:Video CNN]



(sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK