Menteri ESDM Tegur Freeport Gara-gara Telat Bangun Smelter

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 15:19 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta PT Freeport Indonesia (PTFI) mempercepat pembangunan smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur. Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta PT Freeport Indonesia (PTFI) mempercepat pembangunan smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Didik Setiawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengirim surat teguran kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) terkait keterlambatan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga di Gresik, Jawa Timur.

Surat bernomor 1197/36/DJB/2020 yang dikirimkan pada 30 September lalu itu meminta PTFI untuk mempercepat pilling test dan pill load test pada akhir Oktober 2020. Kementerian ESDM juga meminta Freeport membuat jadwal pengerjaan dua kegiatan tersebut.

"Terkait evaluasi atas perkembangan pembangunan smelter tembaga PTFI, Kementerian ESDM menyampaikan surat teguran nomor 1197 /36/DJB/2020 tanggal 30 September 2020 atas terlambatnya konstruksi pembangunan fasilitas pemurnian PT Freeport Indonesia," ujar Arifin dalam rapat bersama komisi VII, Senin (23/11).


Atas surat teguran tersebut, PTFI memberikan tanggapan melalui surat bernomor 508/OPD-PTFI/IX/2020 dan menyampaikan bahwa pilling test dan pill load test akan mengalami keterlambatan dari semua akhir September, menjadi awal November.

Kemudian, lanjut Arifin, pada 11 November PTFI kembali mengirimkan surat bernomor 516/OPD-PTFI/XI/2020 kepada Kementerian ESDM perihal surat teguran keterlambatan proyek tersebut.

"PTFI menyampaikan telah memberikan notice to proceed ke Chiyoda untuk melakukan kegiatan tes pilling. Selanjutnya Chiyoda sudah mulai melakukan pengadaan dan mobilisasi peralatan serta pekerja ke Gresik," tutur Arifin.

Sementara itu, kegiatan fisik tes pile drive di area prioritas pembangunan smelter baru dapat dilakukan pada akhir November 2020 ini disebabkan oleh kendala-kendala yang dihadapi sebelumnya antara lain pandemi covid-19.

[Gambas:Video CNN]

Pasalnya, pandemi covid-19 telah membuat pengiriman peralatan maupun kedatangan tenaga ahli dari luar negeri terganggu.

"Penerapan PSBB Indonesia juga menghambat mobilisasi tenaga kerja dan logistik, dan kesepakatan pendanaan yang terpaksa harus ditunda," jelas Arifin.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK