Pembangunan Smelter Freeport di Gresik Baru Capai 5,86 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 14/10/2020 19:43 WIB
Pembangunan smelter Freeport Indonesia di Gresik baru mencapai 5,86 persen karena terhambat corona. Perusahaan tengah negosiasi untuk menunda target operasi. Pembangunan smelter Freeport di Gresik baru mencapai 5,86 persen. Ilustrasi. (Dok. Freeport Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Freeport Indonesia (PTFI) mengatakan perkembangan pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan atau smelter di Gresik mencapai 5,86 persen pada September 2020. Pembangunannya sendiri mulai pada akhir Juli 2020.

"Progress sampai dengan September 2020 adalah 5,86 persen, yang sudah selesai dilakukan studi kelayakan (FS), early works, front end engineering design (FEDD) itu sudah 100 persen," ujar Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas dalam webinar bertajuk Masa Depan Hilirisasi Tembaga Indonesia, Rabu (14/10).

Ia menuturkan total investasi yang sudah dikucurkan perusahaan mencapai US$303 juta per Agustus 2020. Secara total, pembangunan smelter itu membutuhkan investasi hingga US$3 miliar.


Sementara itu, sesuai dengan perjanjian dengan pemerintah smelter itu ditargetkan bisa beroperasi pada kuartal IV 2023. Namun, Tony menuturkan pihaknya tengah melakukan negosiasi dengan pemerintah untuk mengundurkan target operasional.

Pasalnya, pandemi covid-19 membuat sejumlah pasokan bahan baku pembangunan smelter dari Kanada, Finlandia, maupun Jepang menjadi terhambat.

"Demikian juga situasi di Gresik yang sempat dideklarasikan sebagai daerah PSBB. Ini, memang kami ajukan permohonan perpanjangan karena covid-19 yang mengakibatkan kami praktis tidak ada kegiatan di Gresik," imbuhnya.

Nantinya, smelter itu mempunyai kapasitas pengolahan sebanyak 2 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Dengan kapasitas itu, smelter Gresik diprediksi menyerap tenaga kerja tetap hingga 500 orang saat beroperasi.

[Gambas:Video CNN]

"Tapi saat pembangunan melibatkan bisa ribuan bahkan 10 ribu orang," katanya.

Nantinya, smelter yang berlokasi di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) gresik itu akan menghasilkan produk utama, meliputi katoda tembaga, emas, perak murni batangan, dan platinum metal.

Selain itu adapula produk sampingan meliputi asam sulfat, terak tembaga, gypsum, dan timbal.

(ulf/agt)