PUPR Harap Tol Serang-Panimbang Seksi I Bisa Buat Mudik 2021

CNN Indonesia | Selasa, 24/11/2020 14:36 WIB
Kementerian PUPR menyatakan konstruksi Tol Serang-Panimbang Seksi I mencapai 84,18 persen. Dengan itu, mereka berharap tol bisa dipakai mudik lebaran 2021. Tol Serang-Panimbang seksi I bisa digunakan mudik 2021. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/DAVID MUHARMANSYAH).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan pembangunan Tol Serang-Panimbang Seksi I sudah mencapai 84,18 persen per November ini.

Kepala Bagian Umum Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Mahbullah Nurdin berharap dengan perkembangan itu Tol Serang-Panimbang Seksi 1 sudah bisa dilakukan uji laik fungsi pada Maret 2021, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung arus mudik Lebaran 2021.

"Mudah-mudahan kalau sesuai target seluruh pekerjaan konstruksi Seksi 1 selesai, pada Maret atau April 2021 BUJT sudah bisa mengajukan uji laik fungsi kepada pemerintah atau BPJT untuk menyambut arus mudik Lebaran Mei 2021 mendatang. Barangkali ada orang Jakarta yang mau mudik Lebaran ke Rangkasbitung sudah bisa melewati jalan tol tersebut," kata Nurdin seperti dikutip dari website pu.go.id, Selasa (24/11).


Sementara Direktur Teknik dan Operasi PT Wika Jalan Tol Serang-Panimbang Nanang Siswanto mengatakan secara prinsip, proyek Tol Serang-Panimbang Seksi Serang - Rangkasbitung berjalan cukup lancar.

"Saat ini tinggal menyisakan pembebasan lahan pada pengerjaan di sekitar overpass STA 24.568 dengan luasan lahan sekitar 75 meter persegi. Sudah negosiasi dan tinggal proses pembayaran," tutur Nanang.

Jalan Tol Serang-Panimbang memiliki panjang 83,67 km. Tol bernilai investasi Rp5,33 triliun itu dikerjakan dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Pembangunan tok dibagi dalam  tiga seksi, yakni Seksi 1 Ruas Serang-Rangkasbitung  sepanjang 26,50 km, Seksi 2 Ruas Rangkasbitung-Cileles  sepanjang 24,17 km, dan Seksi 3 Ruas Cileles-Panimbang sepanjang 33 km.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berharap kehadiran tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif itu dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing Indonesia.

[Gambas:Video CNN]



(agt/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK