Wapres Mau RI Rebut Pasar Produk Halal dari Negara Non Muslim

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 19:15 WIB
Wapres Ma'ruf Amin ingin RI jadi pemain utama industri halal global karena selama ini ekspor produk halal didominasi negara mayoritas berpenduduk non muslim. Wapres Ma'ruf Amin ingin RI jadi pemain utama industri halal global karena selama ini ekspor produk halal didominasi negara mayoritas berpenduduk non muslim. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Ma'ruf Amin Ingin RI menjadi pemain global industri produk halal. Pasalnya, saat ini pengekspor produk halal dunia masih didominasi oleh negara berpenduduk non muslim.

Sedangkan Indonesia sebagai negara muslim terbesar dunia hanya kebagian sebagai konsumen terbesar produk halal dengan total belanja sebesar US$214 miliar pada 2018.

Angka tersebut setara dengan Rp3.060 triliun (kurs Rp14.300) dan hanya produk makanan dan minuman saja. Sementara, ekspor produk halal Indonesia hanya berkisar sebesar 3,8 persen dari pasar halal global.


Ia juga mau mendorong keterlibatan pelaku UMKM ke depannya. Tujuannya, selain menjadi pemain utama di pasar dunia, juga menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

"Pasar ekspor produk halal masih didominasi oleh negara-negara yang bukan mayoritas berpenduduk muslim. Karena itu, visi pengembangan industri halal Indonesia selain untuk mengisi kebutuhan domestik yang sangat besar, juga untuk memperluas peran dalam perdagangan produk halal global," katanya pada sambutan Indonesia Islamic Festival (IIFEST) 2020, Kamis (26/11).

Lebih lanjut ia melihat pentingnya mendorong keterlibatan UMKM karena sebanyak 99 persen dari unit usaha dalam negeri merupakan UMKM.

Selain itu, UMKM juga menyerap 97 persen dari tenaga kerja, menyumbang 60 persen dari PDB nasional, dan 58 persen dari total investasi. Namun, kontribusi UMKM terhadap ekspor cuma 14 persen.

"Oleh sebab itu, pengembangan UMKM juga termasuk dalam prioritas pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah," imbuhnya.

Ma'ruf bilang ekonomi dan keuangan syariah difokuskan kepada 4 hal yaitu pengembangan dan perluasan industri produk halal, keuangan syariah, dana sosial syariah, dan kegiatan usaha syariah.

Di kesempatan sama, ia juga menyebut State of the Global Islamic Economy Report 2020/2021 menempatkan ekonomi syariah Indonesia di peringkat 4 dunia, naik satu peringkat dari tahun sebelumnya.

"Saya bersyukur, karena di tengah-tengah pandemi covid-19 ini, peringkat Global Islamic Indicator Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-4," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK