Singapura Setujui Penjualan Daging Ayam Rekayasa Laboratorium

cnn, CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2020 11:16 WIB
Singapura telah memberikan izin kepada perusahaan rintisan asal San Francisco, Eat Just Inc. untuk menjual ayam yang dibudidayakan di laboratorium. Singapura telah memberikan izin kepada perusahaan rintisan asal San Francisco, Eat Just Inc. untuk menjual ayam yang dibudidayakan di laboratorium.(iStockphoto/Photosiber).
Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura telah memberikan izin kepada perusahaan rintisan asal San Francisco, Eat Just Inc. untuk menjual ayam yang hasil rekayasa laboratorium.

Dengan keluarnya izin ini, Singapura menjadi negara pertama yang memberikan izin pembudidayaan daging di laboratorium.

Dilansir dari CNN, nantinya perusahaan akan mengembangkan produk yang dibuat dari sel ayam. Badan Makanan Singapura (SFA) telah memberikan izinnya dan produk ini segera debut di salah satu restoran Singapura.


Co-founder dan CEO Eat Just Josh Tetrick mengungkap perusahaannya akan ekspansi lebih luas ke restoran dan ritel di negara tersebut. Produk tersebut akan dihargai setara dengan ayam premium.

"Kami telah makan daging selama ratusan, ribuan tahun, selalu perlu membunuh hewan untuk dimakan, hingga sekarang," katanya.

Nantinya, daging yang dibudidayakan dibuat dalam bioreaktor, alat di mana reaksi biologis atau perubahan terjadi.

Daging ini memiliki kandungan protein tinggi dan merupakan sumber mineral yang kaya. Untuk saat ini, dengan pusat manufaktur di Singapura dan California Utara, perusahaan hanya memiliki persetujuan untuk menjual daging di Singapura.

Namun, berharap dapat memperluas penjualan daging hasil budidaya, termasuk daging sapi hasil budidaya ke AS dan Eropa Barat. Eat Just sudah memproduksi serangkaian produk non-hewani, termasuk Just Egg, yang dibuat dengan kacang hijau, dan mayones vegan.

Tren pengganti daging dan protein nabati, yang sudah berkembang di Amerika Serikat, juga mulai berkembang di Asia.

Tahun ini, terlepas dari gejolak ekonomi global yang dipicu oleh pandemi virus corona, start up protein nabati, Impossible Foods mendapatkan sekitar US$500 juta dari investor kelas berat di Asia.

Beyond Meat yang berbasis di California bulan lalu meluncurkan daging babi cincang tanpa daging untuk diluncurkan di China.

Sementara Impossible meluncurkan produk daging sapi palsu di supermarket di Hong Kong dan Singapura pada bulan Oktober, dengan harapan dapat memperluas jejaknya di seluruh Asia.

[Gambas:Video CNN]



(age/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK