Ma'ruf Amin Sebut Program 1 Juta Rumah 2020 Terganjal Covid

CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2020 11:37 WIB
Wapres Ma'ruf Amin mengatakan program 1 juta rumah tahun ini tak tercapai karena pandemi covid-19. Karena covid, rumah terbangun baru 667 ribu. Ma'ruf Amin menyatakan Program Sejuta Rumah tahun ini tak tercapai karena covid-19. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pandemi covid-19 membuat target program 1 juta rumah pada tahun tidak bisa tercapai. Pasalnya, per 16 November lalu, realisasinya baru mencapai 667.554 unit.

Angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan sebanyak 1 juta unit dan target konservatif 900 ribu unit hingga akhir tahun.

"Khusus untuk tahun ini, dikarenakan pandemi covid-19, realisasi program satu juta rumah per 16 November 2020 baru mencapai 667.554 unit," kata Ma'ruf saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI 2020, Kamis (3/12).


Ma'ruf menjelaskan dari total jumlah rumah yang sudah terbangun tersebut 75 persen di antaranya adalah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 25 persen sisanya rumah untuk non-MBR.

Ma'ruf juga memperkirakan pandemi membuat Real Estate Indonesia (REI) tak dapat mencapai target membangun 239.109 rumah untuk MBR.

Lebih lanjut, Ma'ruf menuturkan program 1 juta rumah diresmikan pada 2015 oleh Presiden Joko Widodo itu telah berhasil membangun sebanyak 5,4 juta unit. Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya ditujukan untuk MBR.

Pemerintah, kata dia, percaya bahwa pembangunan rumah untuk rakyat tidak hanya akan berdampak positif terhadap perekonomian, tetapi juga akan mengangkat kualitas hidup masyarakat.

Pasalnya sektor perumahan dan properti merupakan klaster industri yang melibatkan banyak jenis usaha dan industri, sehingga penciptaan lapangan kerja di sektor tersebut cukup besar.

[Gambas:Video CNN]

"Dengan pembangunan perumahan tersebut, pemerintah berharap dapat menyerap banyak tenaga kerja melalui program padat karya," imbuh Ma'ruf.

Terkait masih tingginya angka backlog perumahan, yang mencapai 11,04 juta unit, Ma'ruf mengatakan pemerintah akan mendorong percepatan pembangunan rumah khususnya bagi MBR.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, jumlah keluarga di Indonesia yang memiliki rumah mencapai 80,07 persen, sementara sisanya tinggal dengan cara menyewa rumah, menumpang di rumah kerabat hingga nomaden.

"Oleh karena itu pembangunan sektor perumahan perlu kita dukung sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan manfaatnya dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Kita semua menyadari, bahwa perjuangan untuk memfasilitasi penyediaan rumah bagi rakyat masih panjang," tandasnya.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK