Analis Ungkap 2 Biang Kerok IHSG Terperosok di Awal Pekan

CNN Indonesia | Senin, 30/11/2020 15:04 WIB
Analis menyatakan kejatuhan IHSG pada awal pekan ini dipicu peningkatan kasus corona di dalam negeri dan aksi ambil untung pasar. Analis menyebut IHSG anjlok parah di awal pekan akibat ledakan kasus corona di dalam negeri dan aksi ambil untung pasar. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau anjlok pada perdagangan hari ini. Analis menilai penyebab jatuhnya indeks saham adalah rekor kasus baru covid-19.

Seperti diketahui, jumlah kasus positif covid-19 memecahkan rekor yakni 6.267 kasus pada Minggu (30/11). Dengan demikian, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 534.266 kasus.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan rekor kasus tersebut membuat kepanikan di pasar. Mereka khawatir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan PSBB ketat kembali sehingga memperlambat pemulihan ekonomi.


"Kasus covid-19 ini naik cukup banyak, sehingga beberapa berita yang beredar mengatakan kemungkinan Jakarta akan PSBB ketat lagi, karena minggu lalu tim dokter mengatakan ruang isolasi sudah penuh," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (30/11).

Selain kenaikan kasus covid-19, Hans memprediksi jatuhnya indeks saham dipicu aksi profit taking (ambil untung) investor. Pasalnya, IHSG sudah terbang cukup tinggi.

Tengok saja, pada awal November lalu IHSG masih berada di posisi 5.115. Sedangkan hingga hari ini, IHSG sudah di perdagangan di rentang 5.600-5.700-an.

"Pasar sudah naik banyak, jadi profit taking hal yang wajar terjadi di pasar," katanya.

Karenanya, ia menilai jatuhnya IHSG saat ini cukup wajar, mengingat dalam sebulan terakhir IHSG sudah naik sekitar 9,92 persen. Namun, ia memperkirakan laju IHSG masih volatil hingga akhir tahun.

"Target saya 5.700 hingga akhir tahun, tapi melihat agresivitas perdagangan sebulan lagi bisa mencapai 6.000," tuturnya.

Penguatan hingga akhir tahun ini nanti, kata dia, akan ditopang oleh optimisme vaksin covid-19. Ia menuturkan tingkat efektivitas vaksin covid-19 yang sudah diumumkan oleh sejumlah produsen lebih tinggi dari prediksi pasar, yaitu 60 persen.

[Gambas:Video CNN]

Sebut saja, hasil uji vaksin Astrazeneca sebelumnya dilaporkan berhasil mencapai tingkat keampuhan 70 persen. Lalu, vaksin covid-19 hasil kolaborasi antara Pfizer asal AS dan BioNTech asal Jerman juga diklaim 90 persen efektif mencegah covid-19 dalam uji klinis tahap 3.

Sedangkan, vaksin covid-19 Moderna diklaim 94,5 persen efektif.

IHSG terpantau anjlok cukup dalam hingga 3,36 persen ke level 5.595 pada pukul 14.12 JATS hari ini. Tren penurunan sudah terjadi sejak pembukaan perdagangan. IHSG dibuka turun ke 5.779, lalu IHSG sempat naik ke level 5.796, namun setelah itu kembali longsor. Posisi terendah sepanjang perdagangan hari ini terekam di posisi 5.567 yakni pukul 14.05 JATS.

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK