AJB Bumiputera Janji Segera Bayar Klaim Jatuh Tempo

CNN Indonesia | Jumat, 04/12/2020 08:06 WIB
Bumiputera berjanji segera membayar klaim nasabah yang jatuh tempo. Tapi, pembayaran akan diprioritaskan pada klaim yang kecil. AJB Bumiputera janji segera bayar klaim nasabah yang sudah jatuh tempo. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

AJB Bumiputera 1912 berjanji akan segera membayar klaim nasabah yang jatuh tempo. Asisten Direktur Pemasaran Bumiputera Jaka Irwanta mengatakan janji disampaikan saat nasabah melakukan aksi damai menuntut supaya manajemen membayar utang klaim jatuh tempo kepada nasabah.

Ia mengatakan saat aksi damai, manajemen, perwakilan nasabah serta sekretaris BPA Bumiputera melakukan diskusi. Hasil diskusi, pembayaran klaim jatuh tempo akan diprioritaskan  bagi nasabah berstatus habis kontrak (HK) dengan nilai di bawah Rp10 juta, status HK dana kelangsungan belajar (DKB) atau meninggal dunia, dan polis berstatus paling lama.

"Tadi sudah disepakati untuk memprioritaskan klaim-klaim yang kecil untuk segera dibayarkan," katanya Kamis (3/12) kemarin.


Selain itu, Jaka menambahkan manajemen juga berkomitmen untuk mencairkan dana jaminan di OJK sebesar Rp60-100 miliar.

"Ini hanya sebagai untuk bayar klaim yang kecil-kecil tadi, sisa dananya di luar itu yang dijaminkan masih ada," jelas Jaka.

Sebagai informasi, 90 orang nasabah AJB Bumiputera 1912 menggelar aksi damai di kantor pusat perusahaan di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Mereka menuntut supaya manajemen membayar utang klaim jatuh tempo kepada nasabah.

[Gambas:Video CNN]

Syakur Usman, salah satu nasabah meminta manajemen menepati janji untuk membayar klaim jatuh tempo seperti yang dijanjikan sebesar Rp12 miliar.

Janji itu, seperti disampaikan Syakur, sesuai pernyataan Direktur Utama Bumiputera Faizal Karim yang akan membayarkan klaim mulai November 2020.

"Direktur Utama menjanjikan ada dana Rp12 Miliar untuk membayar, tapi sampai November tidak ada realisasinya," tutur Syakur kepada CNNIndonesia.com Kamis (3/12).

Selain itu, ia meminta manajemen memberikan kepastian atas ketersediaan dana pembayaran klaim para nasabah. Sebab sebelumnya manajemen mengaku dapat mencairkan pembayaran dari dana cadangan Rp100 miliar.

"Kami minta ditunjukkan sungguh-sungguh memberikan kepastian bukan angin-angin surga," imbuh Syakur.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK