Transaksi Ekonomi Digital Diramal Tembus US$124 M pada 2025

CNN Indonesia | Selasa, 15/12/2020 17:55 WIB
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan transaksi ekonomi digital Indonesia berpotensi mencapai US$124 miliar pada 2025 mendatang. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan transaksi ekonomi digital Indonesia berpotensi mencapai US$124 miliar pada 2025 mendatang.(CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan transaksi ekonomi digital Indonesia berpotensi mencapai US$124 miliar pada 2025 mendatang. Hal ini berdasarkan riset Google, Temasek, Bain & Company.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital Ketenagakerjaan dan UMKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahudin mengatakan transaksi ekonomi digital di Indonesia pada 2020 sebesar US$44 miliar. Angka itu merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara.

"Bahkan pada 2025 diprediksi mampu mencapai US$124 miliar, ini didukung kontribusi e-commerce Indonesia," ujar Rudy dalam Indonesia Digital Conference, Selasa (15/12).


Rudy bilang transaksi e-commerce berpotensi tembus US$32 miliar tahun ini. Kemudian, transaksi tersebut diperkirakan mencapai US$83 miliar pada 2025 mendatang.

Melihat potensi yang begitu besar, Rudy bilang pemerintah kini sedang menyusun strategi nasional ekonomi digital. Strategi dibuat untuk mengoptimalkan upaya akselerasi transformasi digital di Indonesia.

"Tujuan strategi juga menjawab berbagai tantangan dalam ekonomi digital di Indonesia, seperti kebijakan tumpang tindih, tingkat literasi yang rendah, dan pemanfaatan potensi ekonomi yang belum optimal," terang Rudy.

Nantinya, Rudy menyatakan strategi nasional ini akan menjadi kerangka utama atau panduan dalam pengembangan kebijakan ekonomi digital bagi seluruh pemangku kepentingan di Indonesia. Strategi ini akan terdiri dari empat pilar, yakni talenta digital, riset dan inovasi, infrastruktur digital, serta regulasi.

"Outcome yang diharapkan adalah gimana pilar-pilar tersebut dapat memberikan nilai tambah dan mengembangkan kapasitas dari pelaku bisnis, masyarakat, serta pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkualitas," jelas Rudy.

Ia menambahkan bahwa regulasi yang tepat untuk sektor digital adalah tidak terlalu mengekang pelaku usahanya. Dengan kata lain, aturan dibuat untuk menjadi pedoman, sehingga ekosistem ini bisa tumbuh sehat.

"Kalau regulasi ketat, itu akan menyebabkan pertumbuhan tidak berjalan baik," pungkas Rudy. 

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK