Beras Berbahan Singkong Bulog Jadi Opsi Produk Pangan

CNN Indonesia | Kamis, 17/12/2020 10:12 WIB
Bulog meluncurkan produk pangan baru berupa beras singkong. Produk ini diberi nama Beras Singkong Petani atau Besita. Bulog meluncurkan produk pangan baru berupa beras singkong. Produk ini diberi nama Beras Singkong Petani atau Besita. (CNN Indonesia/Bisma Septalismaa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog meluncurkan produk pangan baru berupa beras singkong. Produk ini diberi merek Beras Singkong Petani atau Besita.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan peluncuran beras singkong dilakukan untuk memfasilitasi pemasaran produk dan hasil olahan singkong petani. Bulog berharap ini bisa menjadi diversifikasi produk pangan nasional.

"Produksi lahan singkong Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dan sangat melimpah di tanah nusantara, sehingga membutuhkan suatu gagasan untuk menciptakan alternatif pangan di luar beras. Maka kami melalui kerja sama dengan berbagai pihak telah memulai pengembangan singkong," ujar Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, dalam keterangan resmi, Kamis (17/12).


Ia bilang melimpahnya jumlah produksi singkong di Indonesia harus dimanfaatkan untuk mensukseskan program diversifikasi pangan. Selama ini, katanya, Indonesia masih ketergantungan dengan beras.

"Ketergantungan terhadap beras dapat memicu permasalahan ketahanan pangan nasional," imbuh Buwas.

Menurut Buwas, Indonesia memiliki potensi produksi singkong hingga 85 persen dari luas lahan singkong yang tersebar di Sumatra, Maluku, Sulawesi, Papua, dan Jawa. Tingkat produktivitas singkong di lima wilayah tersebut diklaim cukup tinggi.

"Untuk itu Perum Bulog memposisikan diri sebagai promotor dan fasilitator produk dan hasil olahan singkong untuk mendukung program diversifikasi pangan agar terwujudnya ketahanan pangan," jelas Buwas.

Ia menyatakan banyak keunggulan dari singkong dan turunannya bagi masyarakat. Buwas optimistis komoditas tersebut dapat menarik minat masyarakat.

"Banyak keunggulan dari pangan singkong dan produk turunannya yang dapat menjadi faktor penguat agar pangan singkong dapat diminati oleh masyarakat Indonesia," ucap Buwas.

Dalam hal ini, Bulog menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) untuk mengembangkan pangan beras singkong di Indonesia.

Ia bilang bahan baku singkong mencapai 80 persen dalam produk yang baru diluncurkan ini.

"Bahan baku singkong 80 persen yang ditepungkan, dicampur dengan tepung tapioka 20 persen, dan dicetal dengan teknologi ekstrusi," jelas Buwas.

Ia menambahkan beras singkong memiliki kandungan karbohidrat yang setara dengan beras padi. Dengan demikian, asupan energi tetap akan tercukupi.

"(Beras singkong) memiliki bentuk dan rasa menyerupai beras (padi) sehingga dapat memenuhi selera konsumen," pungkas Buwas.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK